Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah VIII Prof Hamdan Juhannis memotivasi mahasiswa dengan menyampaikan dua kutipan inspiratif (quotes) yang dibuatnya pekan ini. Rektor UIN Alauddin ini kerap membuat quotes untuk media sosial.
Kutipan yang pertama dari Hamdan, “Ada yang mengatakan hidup ini sebagai roller coaster. Ada juga yang mengatakan bahwa hidup ini seperti air mengalir. Ada yang menerjemahkan bahwa hidup ini sebagai kesempatan. Artinya hidup ini bergerak.”
Pertanyaannya, lanjut Hamdan, sejauhmana kehidupan bergerak ke arah yang bermanfaat. “Sesudah wisuda ini, jangan langsung pulang tidur. Tapi bangunlah mimpi. Bagaimana kalian bisa memberi manfaat dengan ilmu yang dimiliki. Mimpi itu seharusnya saat kita bangun,” ungkap Alumni Program Doktor dari Australian National University (ANU) ini.
Hamdan juga melanjutkan kutipan kedua, “Satu hal yang mengalahkan kecerdasan, adalah kecanduan. Orang cerdas sering tidak bisa memfungsikan kecerdasan karena terpengaruh candu perilaku-perilaku negatif.”
Ia mencontohkan, ada orang cerdas, tapi suka bohong. Saat berbohong, orang tersebut kehilangan kecerdasannya. “Ada mahasiswa yang hebat, tapi tidak bisa lepas dari candu tidur sesudah salat subuh. Itu juga untung kalau salat Subuh,” ungkap Hamdan, disambut tawa wisudawan.
*Antisipasi Revolusi Industri*
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar Prof Gagaring Pagalung dalam sambutannya menyampaikan agar para alumni menguasai keterampilan digital dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0.
“Kepada para alumni diharapkan pengembangan digitalisasi dan keterampilan lainnya berkaitan dengan antisipasi perkembangan teknologi kedepan. Alumni diharapkan menjadi bagian penting dari sumber daya muslim kedepan,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Ketua BPH Unismuh Makassar ini menyampaikan bahwa Muhamamdiyah pada abad kedua ini, perlu mengantisipasi revolusi industry 4.0, dengan melakukan adaptasi dan penyesuaian. Salah satunya dengan mengimplementasikan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).
Namun Gagaring mengingatkan agar alumni Pendidikan Muhammadiyah tetap berpijak pada nilai Tauhid, akhlak dan tajdid.