Pada kesempatan tersebut, para personel TNI yang terlibat pada kegiatan tersebut diberikan materi dan teori tentang teknologi pertanian yang menggunakan alat Smart Farming. Smart Farming (pertanian pintar) yaitu merupakan sebuah aplikasi yang dapat mengatur pertanian melalui teknologi canggih,
penggunaan platform yang dikonektivitaskan dengan perangkat teknologi contohnya tablet dan handphone.
Dalam prakteknya, metode smart farming yaitu menggabungkan antara platform berbasis Internet of Things dengan alat dan mesin pertanian (alsintan). Tentunya agar hal tersebut selaras alat produksi pertanian tidak lagi dioperasikan secara konvensional namun dikendalikan dengan teknologi, oleh karena itu alsintan harus ditingkatkan atau di-upgrade.
Menurut Iwan, ada dua cara yang bisa digunakan sebagai Smart Farming yaitu dengan cara manual dan otomatis. Dalam pengelolaan Smart Farming kedua cara tersebut menggunakan HP atau tablet,dan bisa digunakan dengan jarak jauh.
Dan menurutnya lagi, teknologi tersebut bisa diaplikasikan dengan menggunakan sebuah alat yang dimasukkan ke komponen kemudian dimasukkan ke HP. Dan dengan menggunakan HP itulah maka proses pertanian bisa dikendalikan melalui jarak jauh.
“Dengan menggunakan platform ini, maka kita bisa mengelola pertanian dari jarak jauh. Misalnya kita dapat menyiram 1 hektar lahan tanaman hanya dengan menggunakan media HP/tablet,” pungkasnya.
Sistem ini rencananya akan dilaksanakan di setiap Koramil masing-masing Kodim jajaran Korem 061/Sk. Dengan harapan agar kedepannya para prajurit TNI yang ingin berkebun dapat dengan mudah merealisasikan keterampilan mekanisme pertanian dan dapat menularkan teknologi ini kepada masyarakat. (*)