spot_img

Esai Budaya : Pa’baju Bolong

Bagikan:

Tanggal:

Oleh : Mahrus Andis, Budayawan tinggal di Bulukumba

Dulu, di kampung-kampung, di wilayah masyarakat Bugis-Makassar, ada istilah Pua’ Jennang. Dia seorang tokoh adat yang diberikan kewenangan khusus untuk mengawasi pelaksanaan tatanan adat-istiadat yang berlaku di masyarakat.

Apabila ada perilaku anggota masyarakat yang dianggap menyimpang dari tatanan adat maka Pua’ Jennang turun tangan: memanggil dan menegur orang yang melanggar itu.

Salah satu perilaku adat yang sering diperbincangkan orang dan sering menjadi objek teguran Pua’ Jennang saat itu, ialah Baju Bolong. Untuk menghadirkan seorang bangsawan (keluarga arung atau karaeng) dalam suatu acara pernikahan anggota masyarakat, maka terlebih dahulu dia harus ripaissengngi (semacam pemberitahuan dan undangan langsung untuk datang) oleh keluarga yang punya hajat.

Apabila sudah masuk pada acara pernikahan maka keluarga pemilik hajat (to mappigau) kembali mengutus Pa’duppa ke rumah orang bangsawan untuk mengingatkan puncak acara tersebut. Biasanya Pa’duppa terdiri dari dua orang laki-laki berusia tua dan keduanya harus mengenakan Baju Bolong (sejenis jas terbuka bagian depannya yang berwarna hitam legam atau bolong keppu’).

Saya sering mendengar keributan di kalangan orang tua-tua apabila ada Pa’duppa yang tidak memakai baju bolong. Bahkan, tidak sedikit pihak keluarga yang punya hajat mendapat ejekan sebagai orang yang tidak memahami etika dan adat-istiadat.

Kadang-kadang saya mendengar ungkapan seperti ini:

“Iyawe’e matanna esso bottinna. Engkani pole pa’baju bolongnge ma’duppa”. Artinya, hari ini akad nikahnya. Tadi sudah datang utusan yang memakai jas hitam).

Baca juga :  Pangdam XIV Hasanuddin Siap Membuka Musprov IARMI Sulsel

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Evakuasi Warga Pengkendekan Dampak Banjir Sungai Rongkong, Personil Sabbang Kerja Ekstra

PEDOMANRAKYAT - LUWU UTARA - Personil Polsek Sabbang Polres Luwu Utara Polda Sulawesi Selatan evakuasi warga Desa Pengkendekan...

Tingkatkan Disiplin Personel, Propam Polres Toraja Utara Gelar Gaktiblin

PEDOMANRAKYAT, TORAJA UTARA.- Seksi Propam Polres Toraja Utara Polda Sulsel menggelar kegiatan penegakkan ketertiban dan kedisiplinan (Gaktiblin) bagi...

Laka Minibus Tenggelam di Salubarani Belum Ditemukan

PEDOMANRAKYAT, MAKALE, Minibus Daihatsu Zenia bernomor polisi DP 1292 FC dikemudikan Alber (33) warga Talonge, Lembang Rantetalonge, Kecamatan...

Pj Bupati Enrekang Ajak Warga Tanam Pohon di Pinggir Sunga, Hutan dan Lahan Kritis

PEDOMANRAKYAT, ENREKANG – Dalam rangka memperingati Hari Bumi tingkat Kabupaten Enrekang yang dipusatkan di halaman kantor Badan Penanggulangan...