spot_img

Penjelasan Pemda Terkait Interpelasi Cenderung Otoriter, 2000 TKD Terancam Pengangguran di Toraja Utara

Bagikan:

Tanggal:

Sementara JK Tondok dari Fraksi Persatuan mengatakan, pengurangan TKD yang dilakukan Pemda Toraja Utara tidak manusiawi, banyak orang tua dari TKD berjasa buat daerah dengan memberikan tanahnya untuk ditempati sekolah, kantor lurah, lembang dan puskesmas dengan maksud anaknya bisa masuk sebagai tenaga kontrak daerah (TKD). “Ini yang tidak dipahami oleh Pemerintah, asal kasih keluar saja,” ungkap JK Tondok.

Pemerintah harus pikirkan nasib mereka, para TKD sudah tua mau kerja kemana lagi dengan umur yang lewat, mereka tidak menuntut gaji yang Rp 650.000/bulan. “Kembalikan mereka dengan harapan bisa ikut PPPK tahun 2023 dengan SK yang berkesinambungan,” harapnya. (pria)

Baca juga :  Polres Torut Gelar Bakti Kesehatan, Vaksin Dapat Minyak Goreng

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

9 Warga Sinjai Terkena Campak, Ini Penyebabanya

PEDOMANRAKYAT, SINJAI -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai mencatat ada 9 kasus positif campak hingga pekan ketiga bulan...

Jelang Idul Adha, Masjid Nailul Ma’ram Sinjai Buka Donasi Hewan Kurban

PEDOMANRAKYAT, SINJAI -- Menjelang hari raya Idul Adha 2024 M / 1445 H, Masjid Jami Nailul Ma'ram Kabupaten...

Aksi DPO ini Berakhir Ditangan Tim Intelijen dan Jaksa Eksekutor Kejari Makassar

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Tim Intelijen dan Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Makassar, melakukan penangkapan terhadap Daftar Pencarian Orang (DPO)...

Ketua Bawaslu Enrekang Melantik 36 Anggot Panwascam Untuk Pemilu 2024

PEDOMANRAKYAT, ENREKANG -- Secara resmi, Ketua Bawaslu Enrekang, Hamdan Hidadayat, melantik dan mengambil sumpah janji, serta memberikan pembekalan...