Heriyati mengaku tidak pernah berputus asa. Tahun 2021, ia mengikuti seleksi PPPK dengan persaingan yang sangat ketat dan berhasil lulus.
“Alhamdulillah, di sekolah yang saya daftar, saya mendapatkan nilai tertinggi, 783,” tuturnya.
Ia mengaku, selama menjadi honorer, penghasilan yang diperoleh jauh dari ukuran sejahtera. Namun ia tidak putus asa, dan tetap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah provinsi, khususnya kepada Bapak Gubernur,” tambahnya. (*)