Menang Praperadilan, LSM INAKOR Sulsel Terus Mengawal Kasus Sampai Tuntas

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

“Gelar perkara khusus pada bulan Februari 2021 di Ruang Ditreskrimum Polda Sulsel dengan hasil gelar perkara terbuka dan terang benderang bahwa dari hasil pengakuan dari tersangka NR, sudah mengakui perbuatannya di hadapan seluruh peserta gelar, bahwa betul dialah yang menjempol di tanda terima pengambilan Sertifikat milik H. Mappa yang ada di pertanahan atas perintah aparat Desa,” terang Asri.

Dari pengakuan tersebut, hasil gelar perkara memerintahkan kasus tersebut dilanjutkan kembali dengan memeriksa kembali Pelapor dan tersangka NR.

Ia menambahkan, penyidik dalam hal ini Polres Bone tidak mempertimbangkan surat dari Bareskrim Mabes polri tertanggal 06 Juli 2021 dengan No : B/5763/VII/RES.7.5./2021/Bareskrim terkait permintaan (Lapju) dan meminta Laporan kemajuan penanganan perkara dalam rangka melakukan pengkajian dan analisa oleh Birowasidik Bareskrim Polri terhadap kasus tersebut untuk menentukan tindak lanjut dalam bentuk asistensi, supervisi atau Gelar Perkara Khusus.

Namun pada tanggal 06 Agustus 2021 No : B/990/VIII/RES.1.11/2022
pihak Polres Bone melalui penyidik mengeluarkan Surat pemberhentian penyelidikan (SP3) dengan alasan tidak cukup bukti.

“Kami sudah menyurati Kepala Kepolisan Republik Indonesia, Kadiv Propam Mabes Polri, Ka Irwasum Mabes Polri dan Kabareskrim Mabes Polri meminta agar kasus ini menjadikan atensi dan mengambil alih perkara ini, dengan pertimbangan :

1. Kasus ini sudah cukup lama bergulir di Polres Bone selama 7 tahun.

2. Kasus ini menjadi perhatian dan sorotan masyarakat luas.

3. Untuk menjaga kepercayaan dan Marwah pihak kepolisan terkait Motto PRESISI.

4. Dengan adanya perintah pengadilan secepatnya dilanjutkan dan dibawah ke Pengadilan.

“Alhamdulillah, dengan adanya permohonan kami dikabulkan, sebenarnya ini proses pembelajaran untuk kita semua bahwa dalam melihat perkara tindak pidana kita tidak boleh subjektif saja, kita harusnya objektif sesuai undang-undang yang berlaku,,” katanya, Jumat (09/06/2022) saat ditemui di salah satu warkop di Jl. Perintis Kemerdekaan.

Baca juga :  Soal Tambahan Nama Bandara Tampa Padang, Kepala Desa Napo M.Basri Angkat Bicara

“Untuk rencana kedepannya kami dari LSM Inakor Sulsel akan terus mengawal kasus. ini dan memperjuangkan hak keperdataan klien kami,” tutup Asri. (Asywar)

1
2
TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Domino Naik Kelas, ORADO Sulsel Siap Kirim Atlet ke Level Nasional

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA — Pengurus Besar Federasi Olahraga Domino (ORADO) Nasional secara resmi mendeklarasikan domino naik kelas sebagai olahraga nasional. Deklarasi...

Banjir Rendam Makassar, Dandim 1408 Pimpin Langsung Penyelamatan Warga

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Makassar sejak beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Biring...

Titip Rindu untuk Ady: Doa, Hening, dan Lagu yang Menjaga Kenangan

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Hening itu turun perlahan, menutup ruang dan waktu. Di antara napas yang tertahan, Rektor INTI...

Langkah Preventif Mitigasi Banjir: Lurah Kunjung Mae Inspeksi Saluran Air di Kawasan Strategis

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Semangat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga seolah tak pernah padam dari nadi kepemimpinan Lurah...