Segi ini tercermin dalam kisah Thalut, salah seorang komandan pasukan Dawud, yang mendidik tentaranya berdisiplin dengan tidak mengizinkan mereka meminum air dari Sungai Yordan yang mereka seberangi kecuali seperlunya saja, betapapun rasa haus yang mereka rasakan.
Ini dapat berarti banyak hal. Di antaranya, disiplin kelompok dalam bentuk ketaatan dan kepercayaan kepada pimpinan, lebih-lebih jika pimpinan itu dari kalangan mereka sendiri dan dipandang mampu melaksanakan tugas kepemimpinannya dengan benar.
Kisah tersebut bisa juga berarti disiplin pribadi, yaitu bahwa dalam perjuangan melaksanakan cita-cita yang benar dan luhur kita tidak boleh mudah terkecoh oleh hal- hal yang menyimpangkan perhatian kita tidak boleh terkecoh oleh hal-hal yang menyimpangkan perhatian kita dari tujuan semula.
Segi kualitas lebih penting dalam segala hal daripada segi kuantitas. Rasulullah SAW pernah mengingatkan kepada umatnya, bahwasanya suatu hari jumlah manusia yang mengaku Muslim begitu besar namun mereka bagaikan buih yang tidak bermakna dan berdaya, maka Rasulullah SAW, mengingatkan, jumlah mayoritas tidak bermakna sama sekali jika tidak bermutu. Allah A’lam. ***
Makassar, 9 September 2022

