spot_img

Ketua Umum Satupena Serahkan ‘Award’ Kepada Musdah Mulia dan Eka Budianta Sebagai Penulis Berdedikasi Satupena 2022

Bagikan:

Tanggal:

Eka Budianta

Sementara itu, Eka Budianta karena dedikasinya di dunia sastra. Ia dianggap oleh para juri sangat paripurna. Dia menguasai teori kesastraan secara mendalam. Selain dikenal sebagai seorang penulis senior yang banyak menghasilkan karya sastra, terutama puisi dan prosa, dia juga berperan serta menumbuhkan penyair serta penulis muda melalui Yayasan Pustaka Sastra yang dia dirikan bersama F. Rahardi.

Aktif menulis cerpen dan puisi sejak di bangku SMA, hingga saat ini, dia telah menulis lebih dari 40 buku, baik kumpulan puisi maupun cerpen. Eka juga mendedikasikan hidupnya untuk dunia kepenulisan.

Bukunya yang berjudul “Cerita di Kebun Kopi” (Balai Pustaka, 1981) dinyatakan oleh pemerintah sebagai bacaan di sekolah, sedangkan buku “Sejuta Milyar Satu” dipilih sebagai bahan literatur tambahan dan mendapat penghargaan khusus dari Dewan Kesenian Jakarta tahun 1985.

Bahkan Prof. Dr. A Teeuw dalam bukunya Modern Indonesian Literature II (The Hague, 1979) pernah meramalkan bahwa nama Eka Budianta akan menjadi penulis besar dalam dekade 1980-an.

Denny JA menjelaskan, para penerima penghargaan tersebut akan mendapatkan hadiah berupa sertifikat dan uang tunai masing-masing senilai Rp 35 juta rupiah. Penyerahan penghargaan akan dilaksanakan dalam acara Satupena Award 2022 yang dilaksanakan 12 Januari 2023.

Eka Budianta, (lahir 1 Februari 1956), Nama lengkapnya, Christophorus Apolinaris Eka Budianta atau lebih dikenal dengan sebutan Eka Budianta merupakan anak pertama pasangan Thomas Astrohadi Martoredjo dan Monika Dauni Andajani.

Setelah lulus dari SMA ST Albertus di Malang (1974), Eka Budianta melanjutkan pendidikan ke Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FSUI). Di FSUI ia mulai menulis dan menerbitkan karya-karyanya (1975-1979). Pendidikan terakhirnya lulus program kepemimpinan lingkungan dan pembangunan “Leadership for Environment and Development” (LEAD) dengan studi lapangan di Costa Rica, Okinawa dan Zimbabwe (1995-1997).

Baca juga :  Kapolres Selayar Ajak Personel Kembalikan Citra Polisi Positif di Mata Publik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Tanda Tangan Dipalsukan Hingga Alami Kerugian Rp 180 M, Ahli Waris Surati Presiden RI

PEDOMANRAKYAT, MEDAN - Korban pemalsuan tanda tangan yang mengakibatkan kerugian Rp 180 Miliar, ahli waris Alm Raden Moelyadi...

Hari Pertama Kerja, MPP Sinjai Mulai Ramai Pengunjung

PEDOMANRAKYAT, SINJAI -- Aktivitas Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sinjai terlihat kembali aktif pascalibur Lebaran 1445 Hijriah, Selasa...

Warga Perantau Serbu Kue Khas Sinjai “Poto-poto”

PEDOMANRAKYAT, SINJAI -- Libur lebaran idul fitri 1445 hijriyah, toko oleh-oleh khas Sinjai diserbu oleh warga. Mereka kebanyakan...

Pj Bupati Dr. Baba, Buka Pesta Rakyat, Halal Bi Halal dan Porseni di Enrekang Utara

PEDOMANRAKYAT, ENREKANG – Pj Bupati Enrekang, Dr. H. Baba, dengan penuh kebanggaan, membuka pentas masyarakat, yaitu Pesta Rakyat,...