Asia e University Kukuhkan M. Sattar Taba sebagai Profesor

Bagikan:

Tanggal:

”Saya percaya bahwa evolusi ini telah mendorong kita untuk terus beradaptasi, memberi kita banyak kesempatan belajar. Saat ini, saya menyandang jabatan Profesor Industri di lembaga prestisi ini, objektif saya adalah untuk memastikan bahwa kita terus belajar, berproses, berkembang dan berjuang menghadapi tantangan dan peluang-peluang baru,” Sattar Taba menambahkan.

Selama 40 tahun lebih memimpin beberapa perusahaan milik negara, Sattar Taba selalu ditugaskan di tempat yang menantang. Tahun 1985, ia menjabat Direktur di dua anak perusahaan Semen Tonasa, yaitu PT Puma Karya Manunggal dan PT Pelayaran Tonasa Lines. Dua anak perusahaan itu memiliki “cash flow” rendah dan utang banyak. Di bawah pimpinan Sattar Taba “cash flow” meningkat, utang terlunasi. Perusahaan untung sehingga bisa memberikan bonus ke karyawan, bahkan memiliki kapal angkutan kargo.

Pada tahun 1987, ia memimpin PT Semen Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ketika itu sedang mengalami kesulitan. Kondisi pabrik Semen Kupang Unit I tidak lagi memiliki prospek. Konsultan independen, Boston Consultant merekomendasikan Semen Kupang dilikuidasi. Alasannya, pabrik itu tidak bisa diandalkan karena lebih besar kerugian dibandingkan modal perusahaan.

Sattar Taba tidak mau menyerah pada kondisi itu. Berkat usaha yang gigih dan pantang menyerah disertai ide-ide kreatif, perusahaan berhasil diselamatkan. Salah satu terobosan Sattar Taba dan tim adalah berhasil merintis dan membangun pabrik Semen Kupang Unit II dan menembus pasar ekspor Australia.

Pada tahun 2000, Sattar Taba dipromosikan ke PT Semen Tonasa, menjabat Direktur Keuangan selama lima tahun dan Direktur Utama selama tujuh tahun. Pada masa kepemimpinannya, kapasitas produksi pabrik semen Tonasa II, III dan IV meningkat secara signifikan, dan dibangun pula pabrik baru yaitu Tonasa V.
Ia juga membangun berbagai fasilitas utama PT Semen Tonasa seperti Pelabuhan Kargo, Pelabuhan Batubara, Wisma Karyawan dan Pembangkit Listrik berkapasitas 2×35 Megawatt. Perusahaan memiliki “cash flow” triliunan rupiah. Laba besar dan memberikan kesejahteraan dalam bentuk bonus yang berlipat-lipat ke semua karyawan.

Baca juga :  Asdatun Kejati Sulsel Mengikuti Pelaksanaan Implementasi Program Tim Terpadu Pelayanan Hukum

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Cepat dan Tanggap, Pelayanan UGD Puskesmas Banyuanyar Mendapat Apresiasi Keluarga Pasien

PEDOMANRAKYAT, SAMPANG - Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, setiap...

Ruslan : Ketua KPPS TPS 40 Kelurahan Katimbang Diduga Tukar Suara Caleg

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Dalam setiap penyelenggaraan pemilu, mau tidak mau suka tidak suka persoalan atau perkara pemilu akan...

Pj. Ketua TP. PKK Sinjai Apresiasi Demo Pembuatan Roti

PEDOMANRAKYAT, SINJAI -- Dalam memeriahkan Hari Jadi Sinjai (HJS) Ke 460 Tahun, Dins Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja...

Gelar Patroli Pagi, Kapolsek Bontoala Turun Langsung Urai Kemacetan dan Beri Edukasi Juru Parkir

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Upaya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan, Kapolsek Bontoala Kompol Muhammad Idris,...