spot_img

Penempatan Pekerja Migran Indonesia

Bagikan:

Tanggal:

Ketiga, bahwa diperlukan adanya 1 generasi yang ”berkorban” untuk dapat menyekolahkan generasi berikutnya dengan baik dan mengubah nasib keluarga untuk menjadi lebih baik lagi. Hal ini sudah banyak terbukti, dimana keturunan pekerja domestik yang sukses ditempatkan di luar negeri, akan menaikkan derajat pekerjaan generasi berikutnya di dalam negeri. Ada yang jadi perawat, dokter, pengacara, tentara, polisi, ASN, bahkan yang saya dengar (entah benar atau tidak) mantan Menteri Tenaga Kerja Indonesia periode 2014-2019, Hanif Dhakiri, merupakan produk dari orang tua yang dahulunya bekerja sebagai PMI di luar negeri.

Keempat, bahwa hak warga negara Indonesia untuk mendapatkan kehidupan yang layak, dijamin oleh UU Dasar 1945. Sehingga sektor pekerja domestik pun harus kita hormati sebagai salah satu jalan bagi warga negara kita untuk mencari kehidupan yang mereka pandang layak, sepanjang Pemerintah belum dapat menyediakan lapangan kerja yang layak bagi warganya di dalam negeri.

Pemerintah, P3MI, Employment Agency, maupun pengguna jasa wajib memahami bahwa perubahan cara mendidik kompetensi dan penanganan terhadap PMI kini harus mengalami perubahan. Karena penempatan PMI sekarang ini mulai diisi oleh generasi ke-3 dan ke-4 terhitung dari dimulainya penempatan PMI ke luar negeri lebih dari 45 tahun yang lalu. Di lapangan kami melihat kenyataan bahwa generasi sekarang ini memiliki kehidupan ekonomi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan generasi pertama dan kedua saat mereka merantau bekerja ke luar negeri. Generasi sekarang jauh lebih “manja” dan tidak “tahan banting” secara mental. Apabila generasi saat ini tidak terdidik secara kompeten dengan mental yang benar, maka walau penempatan PMI diisi oleh insan atau generasi yang berpendidikan lebih tinggi dari sebelumnya, maka angka kegagalan dalam bekerja di luar negeri akan meningkat dibandingkan beberapa generasi yang lalu. Karena itu, wajib semua pihak yang terkait dapat duduk bersama mencarikan formula yang tepat untuk perubahan kurikulum yang dibutuhkan dari generasi ke generasi.

Baca juga :  Jubir JK, Husain Abdullah, Raih Gelar Doktor di Unpad

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Yayasan Tamalatea Makassar Selenggarakan Sholat Idul Adha Berjamaah

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR -- Yayasan Tamalatea Makassar dengan penuh suka cita menyelenggarakan perayaan Sholat Idul Adha 1445 H pada...

BSI Regional Makassar Salurkan 80 Hewan Kurban Kepada Masyarakat

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Bank Syariah Indonesia Regional Makassar menyalurkan 80 hewan kurban pada masyarakat di momen Idul Adha...

Tuntutan JPU Terlalu Ringan Dalam Kasus Dugaan Penganiayaan, Cuma 2 Bulan Penjara

PEDOMANRAKYAT, SINJAI - Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai terhadap tersangka kasus dugaan penganiayaan menuai...

Dharmasanti Waisak se-Sulselbar Tahun 2568BE / 2024M di Kota Parepare Berlangsung Sukses

PEDOMANRAKYAT, PAREPARE - Waisak adalah milik kita semua dan milik kita bersama. Esensi dari tiga peristiwa yang diperingati...