spot_img

Kejari Bone Eksekusi Mantan Kades Pattiro Sompe Dalam Kasus Korupsi Biaya Penerbitan Sertifikat Prona

Bagikan:

Tanggal:

PEDOMANRAKYAT,WATAMPONE – Kejaksaan Negeri Bone melaksanakan putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap terhadap terpidana Andi Mappatokkong, Selasa (8/8/2023).

Andi Mappatokkong yang merupakan mantan Kepala Desa Pattiro Sompe Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone terjerat tindak pidana korupsi penetapan biaya operasional penerbitan sertifikat Program Nasional (Prona).

Kasi Intel Kejari Bone Andi Khaeril Akhmad melalui siaran persnya yang diterima media ini mengatakan, pelaksanaan eksekusi dilakukan setelah menerima salinan putusan Majelis Hakim Mahkamah Agung yang memerintahkan eksekusi terhadap terpidana memasukkan ke Lapas Kelas II A Watampone untuk menjalani pidananya.

Andi Khaeril mengatakan, terpidana Andi Mappatokkong terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagai penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji terkait kewenangan dan jabatannya.

Sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999.

Dikatakan, Andi Mappatokkong akan menjalani pidana penjara satu tahun dan dikenakan pidana denda sebesar Rp50 juta subsidair selama satu bulan kurungan.

Sebagai informasi, pada tahun anggaran 2007 Kantor Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten Bone melaksanakan kegiatan sertifikasi Prona ribuan persil tanah yang belum bersertifikat se Kabupaten Bone.

Berdasarkan petunjuk pelaksanaan kegiatan Prona tahun anggaran 2007 segala biaya yang timbul dari kegiatan itu dibebankan kepada APBN 2007 kecuali pengenaan biaya Bea Perolehan Hak Atas Tanah/ Bangunan (BPHTB).

Sebelum BPN Kabupaten Bone melakukan survei dan pengukuran di Desa Pattiro Sompe, Andi Mappatokkong selaku Kepala Desa Pattiro Sompe mengeluarkan Surat Keputusan tentang Penetapan Biaya Operasional Pemerintah Desa dalam pengukuran tanah sebesar Rp500 ribu untuk menjustifikasi penanganan biaya penerbitan Sertifikat PRONA tersebut.

Baca juga :  Eka Pebriyanti Harumkan Nama Bali Secara Mandiri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Sambil Terisak di Depan Sidang Kasus Kematian Virendy, Ibu Kandung Terdakwa Berharap Majelis Hakim Berikan Putusan Terbaik

PEDOMANRAKYAT, MAROS - Sidang kasus kematian Virendy Marjefy Wehantouw (19) -- mahasiswa jurusan Arsitektur pada Fakultas Teknik Universitas...

Curi Perabotan Milik SS Barbershop, Pelaku Diamankan Opsnal Polsek Makassar

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Aksi pencurian terjadi di SS Barbershop (ex hotel Istana) Jalan Sungai Saddang lama Kota Makassar,...

Dosen dan Mahasiswa Pertanian Unhas Gelar Pelatihan Optimalisasi Pekarangan Dengan Teknologi Produksi Lipat Ganda Cabai

PEDOMANRAKYAT, TAKALAR - Dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan sosial kemasyarakatan bertajuk “Pelatihan Optimalisasi...

Raih WTP 8 Kali Berturut-Turut, DPRD Sinjai Beri Jempol

PEDOMANRAKYAT, SINJAI -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai menggelar Rapat Paripurna penyerahan Rancangan Peraturan Daerah (ranperda)...