spot_img

Catatan dari Seminar Nasional FH Unhas: (2) Pengadil Konstitusi Harus Steril

Bagikan:

Tanggal:

Satu kewajiban MK adalah ‘impechment’ (pemakzulan), wajib memberikan pendapat terhadap yang diajukan oleh DPR, MK menyidangkan dan memutusnya. Setelah memutuskan jika bersalah dikembalikan ke MPR dan bersidang kemudian diputuskan apakah Presiden dimakzulkan atau tidak.

Fajlurrahman Jurdi menegaskan, fungsi MK yang sekarang dipersoalkan banyak orang. MK sebagai penjaga, tentaranya konstitusi, maka pengadil konstitusi itu harus betul-betul steril. Mereka haruslah negawaran. Kedua, mereka ini adalah pemberi, penafsir yang paling otoritatif terhadap konstitusi. Tafsiran mereka itu akhirnya menjadi yang dipersoalkan publik. Misalnya, putusan menambah apa yang diminta misalnya, dipersoalkan. Mereka yang diputuskan soal legislator, merumuskan norma baru misalnya dalam putusan No.90. Orang persoalkan.

“Interpretasi ini terlalu jauh karena dia mendalilkan satu frasa yang ada. Konstitusi itu bukan hanya yang tertulis ansich, melainkan konstitusi itu adalah ‘living law’, sesuatu yang hidup karena itu maka putusannya dalilnya tidak harus tertulis.” kata Fajlur.

Konstitusi itu ada dua, konstitusi tertulis dan tidak tertulis. Konstitusi tertulis itulah yang dikodifikasi di dalam UUD dan yang tidak tertulis itulah konstitusi yang hidup. Karena hidup dan dinamis ada banyak putusannya. Misalnya, bahwa hakim tidak boleh mengadili hakim yang berkaitan dengan dirinya, maka jika itu terjadi, wajib mengundurkan diri.

MK pernah mengadili dirinya, misalnya pada tahun 2007 MK mengatakan“ kami bukan hakim, karena kami bukan hakim, maka kami tidak berwenang diawasi oleh KY. Maka dihapus kewenangan KY Nomor 22 tahun 2004 karena posisi MK bukan hakim. Hakim dan Hakim Konstitusi berbeda, padahal yang mengajukan gugatan itu adalah Hakim Agung. Hakim Agung dan Hakim Konstitusi itu bukan hakim, sehingga bukan objek kewenangan KY. Pada pasal 24b, dia hanya berkewenangan mengawasi perilaku hakim, bukan kode etik perilaku Hakim Agung dan Hakim Konstitusi.

Baca juga :  Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Polres Toraja Utara Gelar UKJ Semester I Tahun 2023

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Penuh Histeris dan Misterius “Kitab Dari Iblis” Visualisasi Horor Kisah Kelam Setan Patampuloa, Manajemen PH : Tunggu Tayangannya

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR -- Tampil beda dari yang lain, salah satu Production House (PH) di Kota Makassar gegerkan dunia...

Pj Bupati Dr. H. Baba, Dukung USAID dan Muhammadiyah Perkuat Layanan Kesehatan Primer, di Enrekang

PEDOMAN RAKYAT, ENREKANG – Majelis Pembinaan Kesehatan Umum Pimpinan Pusat (MPKU-PP) Muhammadiyah, bekerjasama dengan USAID MENTARI-PHC, menyelenggarakan "Lauching...

Wujudkan Kamtibmas Kondusif, Polisi RW Polres Pelabuhan Makassar Rutin Patroli Dialogis

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Polisi RW 04 Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, melaksanakan sambang dan tatap muka serta...

Antisipasi Kerawanan Kamtibmas, Polsek Ujung Tanah Gencar Lakukan Patroli

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Personel penjagaan dan piket fungsi Polsek Ujung Tanah Polres Pelabuhan Makassar, melakukan patroli wilayah dengan...