spot_img

Penandatanganan MoU Kejati Sulsel dan Kima Makassar, Begini Penyampaian Agus Salim

Bagikan:

Tanggal:

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Agus Salim, S.H,M.H., menjadi pembicara ‚ÄúPengamanan Aset dalam acara Penandatangan MoU Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dengan PT Kawasan Industri Makassar”, Selasa (02/07/2024) bertempat Hotel Claro Makassar.

Kegiatan Penandatanganan Kesepakatan Bersama (Memorandum Of Understanding) dihadiri beberapa pejabat PT KIMA yaitu Direktur Utama PT KIMA, Alif Abadi, Direktur Operasional dan Pendukung PT KIMA, Alif Usman Amin, dan Direktur Keuangan dan Pengembangan Bisnis PT KIMA, R.B Alexander Chandra Irawan, sedangkan dari pihak Kejati Sulsel dihadiri oleh dihadiri oleh Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Feri Tas, KTU dan Koordinator Intel, Koordinator Datun dan Jaksa Pengacara Negara pada Bidang Datun Kejati Sulsel.

Direktur Utama PT KIMA, Alif Abadi dalam sambutannya menyampaikan, PT KIMA merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan sejak tahun 1988 namun saat ini telah menjadi member of Danareksa.

Adapun perkembangan Kawasan Industi PT KIMA telah melalui 4 (empat) generasi. Generasi Pertama yaitu berupa Kawasan Industri awal (BUMN) Kaveling Industri, Infrastruktur dasar, dan pergudangan. Generasi kedua yaitu kegiatan pemusatan kegiatan industry yang dilengkapi dengan saran dan prasarana penunjang modernisasi pengelolaan.

Generasi ketiga berupa eco industrial park dan Generasi keempat kegiatan eco smart industrial park berupa; transformasi digital, system logistic terintegrasi, adaptasi industry 4.0 dan Inovasi dan circular ekonomi. Alif Abadi menambahkan sambutannya dihadapan Kajati dan Jaksa Pencara Negara (JPN), ada beberapa Asset sebagai penunjang Utama Kawasan Industri dan Pendayagunaan PT KIMA, dimana semua penggunaan asset tersebut tidak menutup kemungkinan akan terkendala dengan permasalahan hukum diantaranya; 1). masalah Tanah, dimana tanah yang digunakan dalam Kawasan saat ini berstatus tanah HPL, Perikatan dengan PPTI sering terkendala dengan penentuan tarif dan jangka waktu, HGB diatas HPL dimana setelah HGB selesai dan tidak diperpanjang bisa kembali ke pemegang HPL.

Baca juga :  Bupati Sinjai Kembali Terima Bantuan Kemenkes RI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Berikan Rasa Aman, Satsamapta Polres Pelabuhan Makassar Rutin Patroli Wilayah

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Piket Patroli Kota (Patko) Sat Samapta Polres Pelabuhan Makassar melakukan patroli Commander Wish dan dialogis...

Badan Kebijakan Akan Gencarkan Peningkatan Konektivitas Transfortasi di Toraja Utara

PEDOMANRAKYAT, TORAJA UTARA.- Dalam Mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Toraja Utara dan sekitarnya. Badan Kebijakan Transportasi...

Polri Presisi, Bhabinkamtibmas Melayu Baru Rutin Patroli Dialogis dan Sambang

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Bhabinkamtibmas Polsek Wajo Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Hartawan yang bertugas di Kelurahan Melayu Baru, setiap...

Dedikasi dan Ketulusan Ibu Mantang di Unismuh Makassar

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR -- Ibu Mantang, dalam usianya yang ke-72, telah mendedikasikan 34 tahun hidupnya untuk Universitas Muhammadiyah (Unismuh)...