Jokowi Presiden Pertama Berkunjung ke “Butta Panrita Lopi” Bulukumba

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Kabupaten Bulukumba adalah salah satu kabupaten dari 24 kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota Kabupaten ini terletak di Kecamatan Ujung Bulu. Kabupaten Bulukumba memiliki luas wilayah 1.154,58 km² dan berpenduduk 437.610 jiwa sesuai data Biro Pusat Statistik (BPS) Bulukumba Tahun 2021.

Kabupaten Bulukumba terdiri atas 10 kecamatan, 27 kelurahan, serta 109 desa. Ke-10 kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Ujungbulu, Kecamatan Ujungloe, Kecamatan Gantarang, Kecamatan Kindang, Kecamatan Bulukumpa, Kecamatan Rilau Ale, Kecamatan Kajang, Kecamatan Herlang, Kecamatan Bontobahari, Kecamatan Bontotiro.

Peresmian Bulukumba menjadi sebuah nama kabupaten dimulai dari terbitnya Undang–Undang Nomor 29 Tahun 1959, tentang Pembentukan Daerah–daerah Tingkat II di Sulawesi yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba Nomor 5 Tahun 1978, tentang Lambang Daerah.

Akhirnya setelah dilakukan seminar sehari pada tanggal 28 Maret 1994 dengan narasumber Prof. Dr. H. Ahmad Mattulada (ahli sejarah dan budaya), maka ditetapkanlah hari jadi Kabupaten Bulukumba, yaitu tanggal 4 Februari 1960, melalui Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 1994.

Secara yuridis formal Kabupaten Bulukumba resmi menjadi daerah tingkat II setelah ditetapkan Lambang Daerah Kabupaten Bulukumba oleh DPRD Kabupaten Bulukumba pada tanggal 4 Februari 1960, dan selanjutnya dilakukan pelantikan bupati pertama, yaitu Andi Patarai pada tanggal 12 Februari 1960.

Butta Panrita Lopi

Butta Panrita Lopi adalah julukan yang disematkan untuk tanah Bulukumba. Butta panrita Lopi artinya Tanah Pelaut Ulung. Tak berlebihan memang kalau banyak penjelajah samudera yang handal lahir di tanah Bulukumba.

Untuk mengarungi lautan samudera, mereka memiliki perahu layar yang tangguh yaitu perahu Pinisi. Perahu yang dibuat dengan sentuhan seni, magis, bahkan penuh filosofi yang disematkan dalam setiap bagian perahu. Butta Panrita Lopi adalah bukti bahwa nenek moyang kita seorang pengrajin kapal dan pelaut yang tangguh.(***)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Menderita Gizi Buruk,  Nur Asizah Akhirnya Mendapat Perawatan Medis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Penguatan Strategi Digital Marketing UMKM Homikoi di Makassar

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — UMKM Homikoi, sebuah usaha kopi yang dimiliki oleh Chandra Rezky, tengah menjalankan program penguatan strategi...

Peringati Hari Juang TNI AD 2025, Pangdam XIV/Hasanuddin Kobarkan Semangat Juang

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup)...

Camat Tomoni Timur Hadiri Reses Perseorangan Dua Anggota DPRD Luwu Timur

PEDOMANRAKYAT, LUWU TIMUR — Camat Tomoni Timur, Yulius, menghadiri kegiatan reses perseorangan dua anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur...

Mahasiswa Manajemen UC Makassar Laksanakan Social Impact Challenge untuk Tingkatkan Daya Tarik Visual UMKM Alpukat Kocok Pak Husai

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Mahasiswa Program Studi Manajemen UC Makassar melaksanakan kegiatan Social Impact Challenge (SIC) pada 3 Desember...