Prof. Hendra Jaya, Salah Satu Dosen Muda UNM, Raih Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Teknologi Kejuruan

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Inovası dalam pembelajaran praktikum, sepeği teknologi Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR) serta teknÖlogi Remote Laboratory, secara signifikan meningkatkan kualitas lulusan pendidikan kejuruan dengan memberikan akses ke simulasi dan eksperimen yang realistis. Teknologi ini menawarkan peserta didik kesempatan penguasaan keterampilan praktis yang mendalam dan penting dalam memperiapkan mereka di pasar kerja. Melalui kemajuan ini, lembaga perguruan tinggi seperti UNM telah mempersiapkan mahasiswa untuk kompleksitas pasar kerja dengan menyiapkan tenaga kerja yang terampil.

Solusi Implementasi Inovasi Pembelajaran Praktikum

Adapun solusi menurut Prof Hendra yaitu, Pertama, peningkatan anggaran pendidikan guna meningkatkan teknologi terbaru seperti Laboratorium Virtual dan Realitas beserta infrastruktur pendukungnya. Kedua, pelatihan guru memiliki peran penting dalam rnemanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran. Meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi dalam mengintegrasikan inovasi ke dalam kalas. Ketiga yaitu mendorong kolaborasi industri. Dengan pendekatan komprehensif ini, inovasi dalam pembelajaran praktikum dapat dimplementasikan setera efektif, menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerg modem.

Prof. Hendra menyatakan, inovasi pembelajaran praktikum pada perguruan tinggi di era digital menjadi kebutuhan yang mendesak. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi. pendidikan kejuruan harus mampu haradaptasi dengan cepat agar lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital seperti simuiasl virtual, augmented reality (AR). virtual reality (VR), dan Remote Laboratory. Teknologi ini memungkinkan peserta didik untuk mengalami situasi praktikum yang realistis tanpa harus berada di lokasi tertentu, sehingga dapat meningkatkan keterampilan mereka secara efisien dan efektif.

Kemudian, perlunya dukungan berbagai pihak untuk memastikan keberhasilannya. Pemerintah perlu pula menyediakan regulasi yang mendukung serta dana yang memadai untuk pengembangan infrastruktur teknologi di pergutuan tinggi. Di sisi, universitas dan dosen juga harus siap untuk mengadopsi teknologi ini dalam proses pembelajaran. Pelatihan dan workshop bagi dosen sangat penting agar mereka mampu menggunakan teknologi tersebut dengan baik dan mengintegrasikannya ke dalam kurikulum yang berjalan.

Baca juga :  Demi Ciptakan Kepatuhan Badan Usaha Terhadap JKN-KIS, Kejati Sulsel Ajak BPJS untuk Berkolaborasi

Kerjasama dengan industri juga sangat krusial. Industri dapat memberikan masukan mengenai keterampilan apa saja yang dibutuhkan di dunia kerja. Bahkan, industri juga dapat berperan dalam menyediakan teknologi atau perangkat lunak yang dibutuhkan untuk praktikum digital.

Dengan demikian, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dosen dan industri akan menciptakan ekosistem pendidikan akademik berkualitas tinggi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing global era Industri 4.0 dan Society 50. Tidak hanya itu, partisipasi aktif mahasiswa juga sangat penting. Mereka perlu dibekali dengan menggunaen teknologi dan didorong untuk terus berinovasi serta memiliki semangat belajar yang tinggi dan kemauan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, yang akan menjadi modal utama bagi mereka menghadapi tantangan di dunia kerja yang terus berubah.

Inspiratif

Pangukuhan Guru besar Prof. Hendra adalah salah satu kisah inspiratif yang bisa dijadikan motivasi. Di usianya yang terbilang masih cukup muda (42 Tahun), Prof. Hendra telah resmi menyandang Gelar Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Teknologi Kejuruan. Terlepas dari kesukses Prof. Hendra dalam mencapai gelar Guru Besar ini tentu tidak lepas dari doa dan dukungan orang tua, keluarga serta teman-teman dan kolega.

Dalam orasinya juga Port Hendra menyampaikan ucapan-ucapan terima kasihnya terkhusus untuk orang tua Ayah Drs. H. Misi Sabba, S.Ag., dan Ibunda Almarhumah Hj. Haisyah, S.Pd yang telah membesarkan dan mendidinya dengan penuh kasih sayang, menanamkan kejujuran, sipakatau, kerja keras, dan keikhlasan serta mudah bersyukur atas setiap nikmat yang diperoleh.

Prof. Hendra menjadi salah satu Guru. Besar Termudah di UNM, hal ini tentu saja tidak mudah untuk diraih butuh tekad dan kerja keras untuk dapat mencapai titik ini. Tapi Prof hendra selalu memiliki motto hidup “Hidup Kita Hari ini Berbeda dengan yang Kemarin. Terus berbenah dan Keep Moving Forward Demi Cita & Cinta (Prof. Hendra Jaya)”. (***)

1
2
TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Polwan Polda Sulsel Gelar Baksos, Sambut HUT ke-77 dengan Beras Murah dan Sembako

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Puluhan polisi wanita (polwan) Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan menggelar bakti sosial di kawasan...

Polres Tana Toraja Jadwalkan Pemanggilan Kedua Legislator dalam Kasus Perusakan SMP PGRI Marinding

PEDOMANRAKYAT, TANA TORAJA – Kepolisian Resor Tana Toraja kembali menjadwalkan pemanggilan seorang legislator berinisial D terkait kasus dugaan...

INSAN, Inovasi Baru SD Negeri Parinring Makassar

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - SD Negeri Parinring, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, punya inovasi baru, namanya INSAN. Inovasi...

Kepemimpinan FT UMI Berganti, Prof. Dr. Ir. Hj. St Maryam Jabat Plt Dekan Periode 2025–2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Kepemimpinan di Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi berganti. Jabatan dekan yang sebelumnya diemban...