Beberapa indikator strategis dalam pembangunan, kata dia, diantaranya adalah pertumbuhan ekonomi, inflasi, kemiskinan, kualitas Pembangunan manusia (IPM) dan pengangguran.
“Pengangguran merupakan isu global maupun nasional sehingga masih menjadi perhatian banyak pihak, terutama dalam menyongsong bonus demografi dan Indonesia emas 2045. Kita berharap usia produktif yang melimpah terserap di pasar tenaga kerja, sehingga tingkat pengangguran dapat ditekan,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, output dari kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang semakin luas terutama pemahaman terkait indikator angkatan kerja makro yang dihasilkan oleh BPS.
“Dengan memahami betapa strategisnya manfaat data angkatan kerja makro hasil dari Sakernas Agustus yang dilaksanakan oleh BPS, sudah menjadi keharusan bagi kita semua untuk memanfaatkan data tersebut dalam melakukan evaluasi dan perencanaan Pembangunan dikabupaten Sinjai,” harapnya.
Oleh karena itu, ia mengajak kepada jajaran Pemerintahan Daerah Kabupaten Sinjai beserta seluruh pihak untuk terus berinovasi dan melanjutkan intervensi program-program pembangunan yang menciptakan dan menyerap lapangan kerja guna mengurangi pengangguran yang ada di kabupaten Sinjai. (AaN)