Muhammadiyah Sulsel Gelar Seminar Dakwah Kultural, Akan Terbitkan Buku Juknis

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Para pembicara pada seminar tersebut yaitu Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof Abdul Qadir Gassing, Pakar Antropologi Islam UIN Alauddin Makassar Drs Wahyuddin Halim MA MA PhD, serta dua budayawan Yudhistira Sukatanya dan Chaeruddin Hakim.

Abdul Qadir Gassing membahas “Budaya dalam Tinjauan Tarjih Muhammadiyah; Kriteria Budaya yang Sesuai dengan Nilai-Nilai Islam” (Kasus: Tari Padduppa Ber-Bajubodo), Wahyuddin Halim membahas “Strategi Pemanfaatan Seni dan Budaya sebagai Media Dakwah di Sulawesi Selatan: Peluang dan Tantangannya bagi Muhammadiyah”, sedangkan Yudhistira Sukatanya dan Chaeruddin Hakim sama-sama membahas “Strategi Pemanfaatan Seni dan Budaya sebagai Media Dakwah” dengan sudut pandang berbeda.
Seminar dibuka oleh Prof Qadir Gassing dalam kapasitasnya selaku Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, didampingi Wakil Rektor IV Unismuh Makassar Dr KH Mawardi Pewangi, dan Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulsel Dr Nurdin Mappa.
Prof Kadir Gassing, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya dakwah berbasis budaya sebagai pendekatan yang mampu menciptakan perubahan sosial yang lebih baik. Dakwah berbasis budaya, menurutnya, dapat menghadirkan suasana yang hidup, menggembirakan, dan inspiratif sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Pendekatan ini juga dianggap sebagai jembatan dialog antara agama dan budaya sehingga agama dapat menjadi payung yang menjaga budaya dari penyimpangan.
Prof. Qadir mengutip hasil Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang menekankan bahwa dakwah berbasis budaya adalah upaya mencerahkan umat dan memaksimalkan peran agama dalam menjaga tatanan sosial. Pendekatan ini juga disebut dapat secara alami mengikis kemaksiatan, syirik, takhayul, dan khurafat.
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar Dr KH Mawardi Pewangi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya integrasi seni dan budaya dalam kehidupan beragama.
Ia menyatakan bahwa pendekatan tersebut memiliki peran strategis untuk memperkuat dakwah Islam. Menurutnya, agama yang tidak terintegrasi dengan seni dan budaya akan sulit mencapai kemajuan.
Muhammadiyah, lanjutnya, mengedepankan konsep Islam berkemajuan yang berakar pada tauhid dan akhlak mulia, namun tetap relevan dengan perkembangan zaman, termasuk dalam seni dan budaya.
Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulsel yang juga Sekretaris LP3AIK Unismuh Makassar, Dr Nurdin Mappa, mengatakan, materi dari Seminar Dakwah Kultural akan menjadi bahan masukan untuk penyusunan buku Juknis Dakwah Kultural Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  DTRB Makassar Janji Tindak Tegas Bangunan Megah di Nipa-Nipa yang Diduga Tak Miliki PBG

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

PLN Sinjai Jadwalkan Pemadaman Listrik di Sinjai Timur dan Selatan

PEDOMANRAKYAT, SINJAI – PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sinjai kembali menjadwalkan pemadaman listrik sementara dalam rangka pemeliharaan dan...

Pionir di Sulsel, Koperasi Prabu Phinisi Sejahtera Cetak Rekor RAT Tercepat Tahun Buku 2025

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Koperasi Prabu Phinisi Sejahtera Sulawesi Selatan kian mengukuhkan eksistensinya dalam mengimplementasikan tata kelola organisasi yang...

Menulis Apa Adanya, Merawat Nurani: BugisPos Menapaki Usia 27 Tahun

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Tak semua media mampu menua dengan anggun. Sebagian gugur di tengah jalan, sebagian lain kehilangan...

Digelar Mei, Munafri Resmi Buka Registrasi Makassar Half Marathon 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka registrasi Makassar Half Marathon (MHM) 2026 dalam...