Lanjutnya, kami juga membantu sejumlah komunitas ragam gender tersebut dari segi administrasi kependudukan dengan mendampingi mereka untuk mengakses layanan pembuatan KTP alias Kartu Tanda Penduduk yang sebelumnya sulit mereka akses.
“Ketika mereka telah memiliki KTP, maka akan gampang mereka untuk mencari pekerjaan ataukah digunakan untuk akses permodalan di perbankan sebagai modal untuk mereka membuka usaha, dan mengakses layanan lainnya.” kata pria humoris itu.
Gefra juga menyoroti kasus kekerasan yang terjadi terhadap beberapa komunitas ragam gender khususnya di Sulsel. Menurutnya, ketika komunitas ragam gender mendapatkan tindakan kekerasan, mereka jarang mau untuk melaporkan ke aparat penegak hukum.
“Mereka tidak melapor karena stigma negatif yang melekat terhadap komunitas ragam gender, sehingga mereka enggan untuk melaporkan hal tersebut,” ungkap Gefra.
Tambahnya, seharusnya, mereka harus berani untuk melaporkan tindakan kekerasan yang mereka alami, agar mendapatkan hak mereka sebagai warga negara.
“Untuk itu, kami bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), guna mendampingi para komunitas ragam gender yang mendapatkan kekerasan tersebut,” tukasnya.
Kami pun mengimbau kepada masyarakat agar menghargai keragaman gender dan tidak melakukan diskriminasi kepada komunitas ragam gender. Kami berupaya mengubah pemahaman publik, sebenarnya mereka itu bisa berubah kalau diberdayakan, Gefra koordinator program INKLUSI PKBI Sulsel, menandaskan.(Hdr)