Catatan Pinggir dari Warkop : Wartawan Itu Peneliti dan Penjaga Nalar Publik

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Saya beri contoh, ketika kita melihat gaya hidup orang kaya baru dan memiliki barang baru. Atau bekerja dan berprofesi di tempat baru. Apalagi kalau baru tamat pendidikan atau baru belajar beladiri.
Penampilannya, kadangkala berlebihan.
Namun menurut saya hal itu biasa dan tak aneh karena masih sementara dalam proses.

Yang aneh, tambah saya kepada teman ngobrol, jika mereka atau seseorang tak mampu beradaptasi dengan hal baru dalam kehidupannya. Belum lagi, kalau langsung ‘over acting’ seolah paham sekali dengan profesi barunya.

“Lebih parah, kalau mau seenak ‘udel’nya, tak mau belajar dan ikut aturan main sesuai yang dipersyaratkan”, celoteh saya sambil tersenyum ke teman tadi di salah satu Warkop pinggiran kota Makassar.

Karenanya, cerita saya kepada teman yang bertanya, bahwa setiap saya diberi kesempatan sebagai Ketua Dewan Penasehat Persatuan Wartawan Indonesia di PWI Provinsi Sulsel untuk memberi ‘petuah’ dalam pelatihan wartawan kepada adik-adik yang baru Calon Anggota atau ikut ‘ujian’ kenaikan tingkat jadi Anggota muda maupun Anggota Biasa di PWI, saya selalu menitip :

“Fondasi seorang jurnalis dalam melaksanakan profesinya, minimal harus tahu apa artikulasi kata ‘Wartawan’ dalam bahasa Indonesia”.

Kemudian, jelas saya kepada teman yang serius mendengar, Wartawan wajib tahu Sejarah Pers Nasional dan Hukum Pers serta Praktik Jurnalisme yang etis dan Profesional.

Selain itu, mereka juga harus menyadari bahwa seorang Wartawan harus cerdas dan selalu punya rasa ingin tahu (qyurisity, istilah tokoh Pers alm. Rahman Arge).

Mengapa…? Itu karena, Wartawan, sejatinya adalah seorang Peneliti, Pencari fakta dan Penjaga nalar publik.

“Kalau mereka mengerti tentang ini, maka wawasan seorang yang mengklaim dirinya sebagai Wartawan akan semakin teruji dan terasah dalam melaksanakan tugasnya, mencari, memperoleh, mengolah, memverivikasi informasi dan menulis serta memberitakan kejadian sesuai fakta ke publik di medianya yang sah sesuai ketentuan Dewan Pers”, kunci saya menutup pembicaraan sambil nikmati seduhan kopi tanpa gula. Pahit toh. Itu saja. (***)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Jaga Keamanan Wilayah Kepulauan, Personel Polsubsektor Sangkarrang Rutin Patroli Dialogis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Menulis Apa Adanya, Merawat Nurani: BugisPos Menapaki Usia 27 Tahun

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Tak semua media mampu menua dengan anggun. Sebagian gugur di tengah jalan, sebagian lain kehilangan...

Digelar Mei, Munafri Resmi Buka Registrasi Makassar Half Marathon 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka registrasi Makassar Half Marathon (MHM) 2026 dalam...

Dari Panrannuangta untuk Masa Depan: INTI Jeneponto Rayakan Dies Natalis ke-35 dan Wisuda Penuh Makna

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Ruang Pola Panrannuangta, Kantor Bupati Jeneponto, Minggu (11/01/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar ruang resmi pemerintahan,...

Domino Naik Kelas, ORADO Sulsel Siap Kirim Atlet ke Level Nasional

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA — Pengurus Besar Federasi Olahraga Domino (ORADO) Nasional secara resmi mendeklarasikan domino naik kelas sebagai olahraga nasional. Deklarasi...