Menurut Koordinator Divisi Humas dan Publikasi Suwardi Thahir, dalam rapat sudah dibicarakan berbagai opsi yang nantinya akan dimatangkan pada rapat berikutnya.
“Opsi-opsi yang ada akan dimantapkan pada rapat berikutnya untuk selanjutnya diusulkan untuk disetujui,” kata Suwardi.
Beberapa keputusan dasar yang diambil pada rapat yakni, masing-masing koordinator secepatnya mengajukan usulan anggaran, pemilihan lokasi dan penggunaan jasa event organizer.
Untuk memastikan kelancaran acara, setiap ketua divisi diwajibkan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang akan difinalisasi oleh Bendahara Umum.
Rapat juga membahas kepesertaan dalam Rakernas, yang akan melibatkan unsur BPP, perwakilan BPP Daerah, Pilar KKSS, dan Badan Otonom.
“Panitia memperkirakan Rakernas akan diiikuti 2.000 orang dan dirangkai dalam beberapa segmen kegiatan,” katanya.
Panitia akan menyiapkan sistem registrasi digital yang efisien untuk memudahkan pendataan peserta. Rapat koordinasi selanjutnya dijadwalkan pada 9 September 2025.
Menurut Suwardi yang biasa disapa ST, Pemilihan lokasi acara mempertimbangkan aksesibilitas, kapasitas, dan kenyamanan peserta.
Selain itu, panitia berencana melibatkan Event Organizer (EO) profesional untuk mengelola beberapa segmen acara, khususnya yang bersifat hiburan dan teknis.
“Rencananya Mukernas kali ini mengusung tema bernuansa nasional, yaitu “Sipatuo Sipatokkong: Merajut Persaudaraan, Menguatkan Masa Depan, Menyambut Indonesia Emas,” kata ST. (*)