Akhmad Munir dilahirkan di Sumenep 15 Desember 1966, putra pasangan Fathorasyid-Ny. Rukmini. Akhmad Munir ditinggal ayahnya yang meninggal dunia pada tahun 1982, saat dia duduk di kelas 1 SMA. Ibunya, Ny.Rukmini akhirnya mengambil alih posisi sebagai “single parent” dan membiayai sekolah putranya dengan jahit menjahit.
Setamat SMA, Akhmar Munir melanjutkan kuliah ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Jember (UNEJ). Untuk membiayai kuliahnya karena pada semester VI mulai merasakan kesulitan memperoleh biaya kuliah, dia rajin menulis artikel di berbagai media di Jawa Timur. Tulisannya menyangkut masalah sosial, ekonomi, politik, hukum, dan terkadang masalah seni dan budaya.
Honornya yang dia peroleh dari tulisannya yang berkisar Rp 15-25 ribu per tulisan mampu membiayainya menyelesaikan kuliah di UNEJ.
Sambil berkuliah di UNEJ, Akhmad Munir magang di Radio Suara Kvar Jember. Setelah lulus dia memulai karier di LKBN Antara Biro Jawa Timur pada tahun 1992 sebagai Pembantu Koresponden di Madura dengan lokasi tugas di Pamekasan. Honornya dibayar sesuai jumlah berita yang disiarkan. Pada tahun 1994 dia naik pangkat menjadi Koresponden dengan kontrak nilai tertentu dan target jumlah berita tertentu tiap bulan.
“Kalau tidak salah Rp 150.000 pada tahun 1994 dengan target 45 berita per bulan,”Akhmad Munir mengingat-ingat seperti dilansir “Antara”.
Pada tahun 2008-2009, dia mulai dipercaya memimpin LKBN Antara Bengkulu dan kemudian kembali menjadi Asisten Manajer Pemberitaan LKBN Antara Jawa Timur (2009-2010) hingga menjadi Kepala Biro LKBN Antara Jawa Timur. Akhmad Munir selama dua periode (2010-2019) menjabat Ketua PWI Provinsi Jawa Timur.
Pada tahun 2018 dia dipercaya menjabat Direktur Pemberitaan LKBN Antara per April 2018 dan April 2023 dipercaya sebagai Direktur Utama LKBN Antara. Usai pemungutan suara, Pimpinan Sidang Pleno II Hudono disampingi Marsal Abadi, Lutfi Hakim, dan Ketua SC dan anggotanya, menyerahkan palu sidang kepada Ketua Umum PWI Pusat terpilih Drs.Akhmad Munir didampingi Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat terpilih Atal Sembiring Depari.
Akhmad Munir didampingi Atal S. Depari langsung memimpin Sidang Pleno dengan agenda pemilihan anggota tim formatur. Selain keduanya menjadi tim formatur, Akhmad Munir memilih Fathurrahman (mewakili Sumatra), Lutfi Hakim (Jawa), dan Sarjono (mewakili Sulawesi) sebagai anggita tim formatur. Tim formatur ini diberi waktu 30 hari untuk Menyusun komposisi kepengurusan PWI Pusat masa bakti 2025-2030. (MDA).