Perubahan Perjalanan ke Malino: Dari Keindahan Alam ke Kerusakan

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, GOWA – Dulu, perjalanan ke Malino merupakan pengalaman yang sangat mengasyikkan. Pemandangan alam yang indah, terutama bunga-bunga anggrek dan bougenvil ( kembang kertas ) yang menghiasi tebing-tebing sepanjang jalan, membuat perjalanan ini begitu mempesona.
Namun, seiring waktu, keindahan alam ini mulai hilang. Tangan-tangan jahil yang tidak peduli dengan keindahan alam telah menghancurkan keaslian dan keindahan daerah ini.

Kini, perjalanan ke Malino tidak lagi sama seperti lima puluh tahun lalu. Keindahan alam yang dulu menjadi daya tarik utama kini telah hilang, dan daerah ini mungkin tidak lagi menjadi destinasi yang sama mengasyikkan seperti dulu. Perubahan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga dan melestarikan keindahan alam untuk generasi mendatang.

Kini, perjalanan dari Kota Makassar ke Malino masih tetap mengasyikkan, meski tidak seperti dulu. Disepanjang jalan, kita masih dapat menyaksikan keindahan alam yang memukau, dengan tebing-tebing yang menjulang tinggi dengan pemandangan yang spektakuler.

Malino sendiri terletak di dataran tinggi, sehingga udara di sana sangat sejuk dan nyaman, membuatnya menjadi destinasi yang ideal untuk berlibur.

Perjalanan ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kesempatan untuk menikmati udara yang sejuk dan pemandangan yang spektakuler. Perjalanan dari Kota Makassar ke Malino merupakan pengalaman yang tak terlupakan dan sangat direkomendasikan bagi mereka yang suka menjelajah alam.

*Undangan Reuni*

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Polres Pelabuhan Makassar Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang Berlangsung Khidmat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Desa Tanpa Solusi, Pemuda Bontonyeleng Merespon Agustus Tanpa Dana Desa

PEDOMANRAKYAT, BULUKUMBA — Di tengah gegap gempita kemerdekaan yang seharusnya dirayakan dengan semarak, Desa Bontonyeleng, Kabupaten Bulukumba, justru...

Potensi Kontra-Intelijen, AYP Minta Presiden Prabowo Turun Tangan Ciptakan Kondisi Kondusif

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA – Tokoh muda sekaligus aktivis asal Sulawesi Selatan, Andi Yuslim Patawari (AYP), meminta Presiden Prabowo Subianto...

Sinjai Berpartisiapsi Dalam GPM Serentak

PEDOMANRAKYAT, SINJAI -- Pemerintah Kabupaten Sinjai menunjukkan dukungan dan komitmennya dalam menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap stabil...

Atal S.Depari: DK Benteng Moral Organisasi

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan PWI periode 2025-2030 terpilih, Atal Sembiring Depari menegaskan, Dewan Kehormatan merupakan benteng...