Menurutnya, sejumlah tari ditampilkan dengan semangat oleh para siswa, mulai dari tari Paduppa, Nirmala, Gandrang Bulo, hingga Tari Kreasi Empat Etnis.
Setiap penampilan, kata Syahruddin, sarat nilai kearifan lokal sekaligus memperlihatkan keberagaman budaya yang hidup di Sulawesi Selatan.
“Tak hanya siswa jurusan AKL yang tampil, guru dan siswa dari program keahlian lain juga hadir memberi dukungan,” tuturnya.
Dukungan itu, kata Syahruddin lagi, memperlihatkan pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang melibatkan emosi, budaya, dan kebersamaan.
Pentas Seni Mulok ini diharapkan menjadi agenda tahunan sekolah. “Ke depan, kami ingin melibatkan lebih banyak jurusan agar semangat menjaga budaya lokal ini bisa dirasakan seluruh warga sekolah,” Syahruddin Rahman, menandaskan. (Hdr)

