Ketua Dewan Penasehat: Sekretariat adalah Simbol Kehidupan Organisasi
Sebagai Ketua Dewan Penasehat PWI Sidrap, Marno Pawessai memandang keberadaan sekretariat ini bukan hanya soal fisik, tetapi simbol kehidupan organisasi yang kembali berdenyut. “Sekretariat adalah jantung organisasi. Di sinilah ide lahir, diskusi tumbuh, dan solidaritas terbangun. Tanpa rumah, organisasi bisa kehilangan arah,” ujarnya.
Marno yang juga merupakan mantan Ketua Seksi Organisasi PWI Sulsel menambahkan bahwa perjuangan panjang ini harus dijaga dengan komitmen.
“PWI Sidrap sudah melewati masa -masa sulit tanpa kantor. Sekarang tugas pengurus adalah memastikan tempat ini hidup, bukan sekadar ada, tapi benar-benar menjadi pusat kegiatan dan inspirasi bagi wartawan,” katanya menegaskan.
Ia juga berharap, kantor baru ini menjadi wadah pembinaan dan pengembangan kapasitas wartawan muda. “Gunakan sekretariat ini untuk belajar, berdiskusi, dan memperkuat etika profesi. Karena rumah ini milik semua anggota PWI Sidrap, bukan hanya pengurusnya, bahkan teman-teman wartawan lainnya,” lontar Marno yang juga pernah jabat PLT Ketua PWI Kabipaten Sidrap – Enrekang, berhasil mekarkan PWI Kabupaten Enrekang tahun 2022.
Dari Puncak Bila ke Syam Ratulangi, Babak Baru Dimulai
Semangat membangun kantor lahir dari Rapat Kerja (Raker) PWI Sidrap di Taman Wisata Puncak Bila, 11–12 Oktober 2025. Dalam suasana pegunungan yang sejuk, para pengurus sepakat, sudah saatnya PWI Sidrap memiliki rumah sendiri.
Empat hari setelah Raker, keputusan itu diwujudkan. Bangunan permanen di Jalan Dr. Syam Ratulangi pun disulap menjadi sekretariat PWI Sidrap, tempat berkumpul, berdiskusi, dan merencanakan langkah organisasi ke depan.
Menulis Babak Baru Jurnalisme Sidrap
Kini, di bawah kepengurusan periode 2025–2028, PWI Sidrap menatap masa depan dengan optimisme. Kantor baru ini akan menjadi pusat kegiatan jurnalistik, pelatihan, dan sinergi antara wartawan, pemerintah, serta masyarakat.
Di tempat ini pula, Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI), akan berperan aktif dalam kegiatan sosial dan penguatan literasi media di daerah. Dari ruang sederhana di Jalan Dr. Syam Ratulangi, suara wartawan Sidrap akan kembali menggema, lebih terarah, lebih kuat, dan lebih bermartabat.
Sebuah Rumah, Sebuah Harapan
Bagi sebagian orang, kantor hanyalah bangunan. Tapi bagi PWI Sidrap, ini adalah simbol perjuangan panjang, kerja keras, dan kebersamaan. Setelah 12 tahun tanpa atap organisasi, kini mereka bisa berkata dengan bangga: “Kami sudah punya rumah.”
Sebuah rumah tempat ide lahir, solidaritas tumbuh, dan marwah jurnalisme Sidrap kembali menemukan pijakannya. (*)

