Tokoh Karangpuang Ingatkan Pentingnya Sosialisasi Pemilu Raya RT/RW: “Demokrasi Akar Rumput Harus Menggeliat”

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Di sebuah sudut Warkop Azzahrah, Jalan Abdullah Daeng Sirua, suasana obrolan Sabtu ( 15/11/2025 ) pagi itu terasa hangat. Kopi hitam mengepul, dan di meja kecil itulah AB Iwan Azis—tokoh masyarakat Kelurahan Karangpuang—mulai bercerita tentang keresahan sekaligus harapannya terhadap Pemilu Raya RT/RW se-Kota Makassar.

Pria 79 tahun yang tubuhnya masih tegap dan bicaranya lantang itu menyampaikan satu hal yang menurutnya paling penting: masyarakat harus benar-benar memahami proses pemilihan ini.

“Masyarakat siap mendukung. Tapi sosialisasinya harus lebih massif dan efektif supaya partisipasi tinggi dan kualitas demokrasi di tingkat bawah terjaga,” ujar Iwan Azis, yang telah lebih dari 40 tahun menjadi Ketua RW.

Menurutnya, Pemilu RT/RW kali ini punya dinamika berbeda. Aturannya lebih baku, sistemnya lebih formal, dan ruang partisipasinya terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat administratif. Namun, perubahan itu belum sepenuhnya tersampaikan ke warga.

Ia mengakui bahwa Pemkot Makassar telah melakukan sosialisasi melalui media cetak dan online. “Tapi di tingkat masyarakat, gaungnya masih kurang terasa,” tambahnya.

Obrolan itu berlangsung santai bersama aktivis LSM dan jurnalis Mustam Arif serta penulis buku Rusdin Tompo. Namun, apa yang dibahas sebenarnya menyentuh jantung demokrasi kota ini: bagaimana suara warga di tingkat paling kecil tetap memiliki makna.

Dulu dari Bawah, Kini Sistematis

Iwan Azis mengingat betul masa-masa ketika menjadi Ketua RT atau RW adalah murni proses dari bawah. Warga mengusung nama, memilih, dan yang terpilih adalah mereka yang benar-benar dikenal dan diakui.

“Sekarang sistemnya lebih terstruktur. Ada aturan baku yang mesti diikuti. Semua yang memenuhi syarat bisa ikut bersaing,” jelasnya.

Baginya, perubahan ini tidak buruk. Justru bisa melahirkan pemimpin lingkungan yang lebih berkompeten. Namun ia menekankan, tanpa sosialisasi yang kuat, masyarakat bisa kebingungan atau bahkan tidak ikut memilih.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Rikkes Berkala Digelar, Kapolres Pelabuhan Makassar Pantau Langsung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Pangdam XIV/Hasanuddin Dampingi Menhan RI Kunjungan Kerja Strategis di Makassar

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mendampingi Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie...

Wakasek Humas Pantau Langsung PAS Ganjil Warga Binaan Rutan Makassar

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Wakasek Humas SMK Tritunggal 45 Makassar, Drs. H. Arifin, M.Pd, menegaskan pentingnya dukungan pendidikan bagi...

Pelaku Rayu Korban dengan Uang, Kapolda Sulsel Bongkar Modus Keji di Gowa

PEDOMANRAKYAT, GOWA — Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., menegaskan komitmen Polda Sulsel dalam...

Kampung Toleransi Selayar Jadi Laboratorium Sosial bagi Mahasiswa S2 Pendidikan IPS UNM

PEDOMAN RAKYAT, SELAYAR.- Mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM)...