PEDOMANRAKYAT, BIMA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Universitas Hasanuddin bekerja sama melaksanakan inventarisasi Terumbu Karang Indonesia di Bima, mulai akhir November 2025.
Dr. Syafyuddin Yusuf, M.Si., salah seorang pelaksana proyek tersebut menjelaskan saat berada di Bima kepada media ini menyebutkan, observasi selama 4 hari dilakukan dengan penyelaman mulai Kolo Kota Bima ke Sampungu, Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Kemudian dilanjutkan ke Wera ke Tololai, dari Sape ke Wera dan dari Sape ke Pantai Pink dan berakhir di Pulau Kelapa Kabupaten Bima.
“Kondisi terumbu karang bagus hingga sangat bagus. Termasuk di wilayah pesisir Kota Bima di So Ati, So Number dan So Nanga Hale. Diving di So oi Fanda, terumbu karang sangat bagus dihiasi ikan terumbu karang yang jinak. Lebih lagi di Wera Tololai dan Nipa. Di dusun Natu, sudah ada 2 cottage dari warganegara asing (WNA) Rusia dan WNI Surabaya, di Poja ada cottage Kalimaya,” ungkap Syafyuddin Yusuf kepada media ini.
Kehadiran mereka, kata Ipul, panggilan akrab dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Unhas ini, semua karena terumbu karang yang indah dan masih utuh. Walaupun sebagian sudah rusak akibat bom dan bius.
“Saat ini nelayan terumbu karang sering memanah ikan-ikan target konsumsi, sehingga sangat jarang kami melihat ikan besar terumbu. Pemandangan terindah di terumbu karang Toro Kalo Kecamatan Lambu Sape,” ungkap Ipul mengisahkan hasil penyelamatannya.

