“Saya akan kembali menghidupkan kerja bakti di wilayah ini karena itu sejalan dengan program pemerintah kota,” ujar Fatma di kediamannya, Jalan Daeng Ramang, Makassar, Sabtu malam (3/1/2026).
Selain itu, ia juga merencanakan pembuatan teba, yakni sistem pengelolaan sampah organik skala rumah tangga yang dimodifikasi dari konsep tradisional Bali. Sistem ini dilakukan dengan menggali lubang menyerupai sumur sedalam kurang lebih dua meter yang dilapisi buis beton, untuk mengurai sampah dapur seperti sisa makanan dan daun secara alami menjadi kompos. Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.
Program prioritas lainnya, lanjut Fatma, adalah perbaikan lorong, yang juga merupakan salah satu fokus utama Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri–Aliyah.
Dari sisi keamanan, Fatma menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan sinergi bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Pai demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Ia juga menyoroti masih adanya warga di RW 08 yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah. Menurutnya, sejumlah warga, khususnya di RT 4, masih berada di bawah taraf ekonomi layak.
“Ada beberapa warga kami yang kondisi ekonominya masih di bawah, itu yang akan kami perjuangkan agar mendapat perhatian,” ungkapnya.
Fatma berharap ke depan RW 08 semakin maju, bantuan pemerintah dapat tersalurkan lebih merata, serta tidak ada lagi praktik pembajetan dalam pengurusan administrasi warga.
“Semua pengurusan administrasi untuk warga kami, mulai dari KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran hingga surat domisili, akan kami bantu dan bebas biaya,” tegas Ketua RW 08 Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Fatmawati SH. (Hdr)

