“Luwu Utara dipercaya menjadi tempat pembangunan sekolah rakyat (SR) yang akan menampung 1.500 anak-anak kurang mampu. Anak-anak ini disekolahkan gratis dengan fasilitas super-mewah yang disiapkan pemerintah, dengan anggaran kurang lebih Rp250 Miliar untuk bangunan serta peralatan sekolah lainnya,” ungkap Andi Rahim.
Program mulia Kementerian Sosial (Kemensos) ini tak hanya menyasar anak-anak kurang mampu saja, tetapi para orangtua dari anak-anak ini juga mendapatkan privilese yang akan memperkuat daya tahan kehidupan keluarga anak-anak tersebut. “Orangtua anak-anak ini juga akan diberikan fasilitas untuk mendapatkan kelayakan hidup, sehingga tak hanya anak-anaknya yang akan dibina, tetapi juga orangtuanya,” ungkap Bupati Luwu Utara, Andi Rahim.
Ia berharap, sekolah rakyat bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera ini akan menjadi salah satu pendorong dalam pengentasan kemiskinan di daerah berjuluk Bumi La Maranginang tersebut. Di mana saat ini angka kemiskinan di Kabupaten Luwu Utara masih berada pada angka 10,4%. Angka yang masih cukup tinggi, tetapi tren-nya setiap tahun makin menurun.
Mereka harus diberi dorongan kekuatan dan semangat untuk dapat melanjutkan sekolah. Mereka juga punya masa depan cerah, yang sama cerahnya dengan anak-anak lainnya. Saya mengajak kita semua untuk mengetuk pintu kepedulian agar program ini berhasil dan bisa memberikan dampak positif terhadap dunia pendidikan kita, yaitu pendidikan tanpa sekat,” tandasnya. (Yustus)

