“Apa yang menjadi target kita di Lutra yakni, menjadi penyangga pangan nasional dalam cetak sawah yang kita target seluas 20 hektare. Dengan adanya PPL yang sudah menjadi pegawai Kementan, maka pembinaan kepada petani juga bisa lebih optimal,” harapnya.
Dikatakannya, meskipun secara administratif status kepegawaian telah berpindah ke pusat, tetapi ia berharap kontribusi nyata para penyuluh dalam memajukan sektor pertanian Luwu Utara tetap diutamakan. Sebab pelepasan ini bukan berarti memutus tanggung jawab penyuluh pertanian terhadap petani di Bumi La Maranginang.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian yang telah mengangkat Penyuluh Pertanian Lutra menjadi ASN pusat. Semoga dengan pengabdian yang baru ini, PPL kita dapat memberikan yang terbaik untuk mewujudkan swasembada pangan di Indonesia,” tandasnya. (Yustus)

