Menurutnya, upaya pencegahan menjadi hal penting untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali.
“Kita semua perlu lebih berhati-hati, terutama terkait penggunaan listrik di rumah. Keselamatan keluarga adalah yang utama,” tambahnya.
Diketahui, kebakaran tersebut terjadi pada Selasa, 30 Desember 2025 lalu. Sebanyak empat rumah warga hangus dilalap api.
Peristiwa itu diduga dipicu oleh arus pendek listrik, dengan total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pemerintah daerah memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna membantu proses pemulihan pascakebakaran, termasuk pendataan lanjutan terhadap kebutuhan para korban. (pri).

