Lurah melaporkan bahwa kekuatan administratifnya kini diperkuat oleh 37 pengurus RT/RW yang terdiri dari 33 orang Ketua RT dan 4 orang Ketua RW. Kekuatan ini juga didukung oleh eksistensi berbagai Organisasi Masyarakat, termasuk Shelter Kunjung Mae yang aktif mengawal isu-isu sosial di wilayah tersebut.
Pesan mendalam dari Wali Kota Makassar, yang akrab disapa Pak Appi, turut digaungkan kembali oleh Lurah. Ia mengingatkan agar seluruh perangkat RT/RW mampu menjaga martabat dengan menjadi panutan masyarakat serta selalu hadir sebagai pemberi solusi, bukan justru menjadi pemantik masalah.
Camat Mariso, Aswin Kartapati Harun, S.Stp., M.Si., yang turut hadir dalam forum tersebut, memberikan penguatan mengenai pentingnya harmonisasi wilayah. Beliau menekankan bahwa kolaborasi yang kuat adalah kunci utama untuk menjamin rasa aman dan tenteram bagi seluruh warga.
Aswin juga menaruh harapan agar hasil dari Musrenbang ini benar-benar diakomodir oleh jajaran SKPD terkait. Ia menitipkan pesan khusus agar skala prioritas pembangunan tetap berpihak pada kebutuhan mendesak masyarakat Kunjung Mae, termasuk renovasi infrastruktur kantor kelurahan.
Acara memasuki fase krusial saat sesi tanya jawab dibuka. Dipandu oleh Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Mariso, dialog interaktif antara pengurus RT/RW dengan perwakilan Bappeda serta SKPD Kota Makassar berlangsung sangat dinamis dan penuh antusiasme. Kehadiran Ibu Lurah selaku Ketua PKK, jajaran Babinsa, Babinkamtibmas, serta para tokoh masyarakat setempat semakin melengkapi legitimasi forum pengambilan keputusan ini. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan soliditas kolektif dalam mengawal masa depan wilayah.
Pertemuan yang penuh dengan gagasan konstruktif ini diakhiri dengan suasana kekeluargaan melalui sesi foto bersama.
Momen tersebut menjadi simbol kesiapan seluruh elemen Kelurahan Kunjung Mae untuk bekerja sama mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. (Ansar)


