Sementara Surianto yang lahir di suatu desa kecil bernama Simpo, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, mengaku Sepak Takraw merupakan olahraga hobinya sejak kecil. Akibat kesenangannya main bola dari rotan membuatnya cedara tangan, bahkan membuatnya sedikit cacat.
Tetapi ini tidakmembuatnya meninggalkan Sepak Takraw, justru mengantarnya sebagai pemimpin organisasi Sepak Takraw. Ketua Gerindra Parepare ini dipercayakan menjadi Ketua Pengda PSTI Kota Parepare dan berhasil melaksanakan Kejurnas Sepak Takraw. Belum habis masa baktinya di Parepare, kemudian dipercayakan menjadi Ketua Pengda PSTI Propinsi Sulawesi Selatan.
“Selama dua tahun sebagai ketua PSTI Sulawesi Selatan, selama dua tahun pula berturut-turut mengantar Sulsel sebagai menjadi juara umum PON di Papua dan di Aceh”, ungkap Surianto, yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Parepare.
Dengan kepercayaan-kepercayaan diberikan ini, bahkan sempat menjadi manajer timnas Sepak Takraw, Surianto ingin meletakkan pondasi dasar kemajuan Sepak Takraw Indonesia di masa datang. Salah satunya akan membuat sebuah badan liga sepak takraw supaya pertandingan olahraga berjalan terus. “Badan hukum liga ini sementara diurus di Menkum HAM untuk mendapatkan AHU” ungkap Surianto sembari menyebut program-program lainnya, termasuk pembuatan Website PSTI.(Takdir)

