Kata Harwan, kelangkaan tersebut terungkap setelah dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa tempat pengecer oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Tim saat itu menyusuri sejumlah pasar pengecer dibeberapa titik di kecamatan, Rantepao, Tallunglipu, Tikala dan Sesean.
“Harga agen ke pangkalan dan pangkalan ke pengecer itu sudah sesuai sona. Tapi karena kebutuhan masyarakat meningkat selama Natal dan tahun baru serta gas elpiji tidak digunakan sesuai peruntukannya, pengecer memanfaatkan moment itu menaikkan harga,” ujarnya.
Dengan menggelar operasi pasar, kami harap juga masyarakat melakukan pengawasan terutama teman-teman media dapat bantu memantau harga di Toraja Utara, kalau ada yang menjual diatas harga Het sesuai Sona tolong laporkan dan Kami akan mengambil tindakan, dan tidak tertutup kemungkinan kami akan cabut izin penjualan dan tutup”, tegas Harwan.
Sementara Manager Operasional Agen elpiji HM.Yunus Kadir, Putra saat dimintai tanggapannya menyampaikan bahwa kami sebagai Agen sona satu selalu siap mendampingi pihak pemerintah saat dibutuhkan, terutama operasi pasar seperti yang kita lakukan saat ini di Kec.Sesean, setelah Kec.Sesean kami berpindah lagi di Kecamatan lainnya yang sudah dijadwalkan oleh pemerintah Daerah, kunci Putra. (pri).

