“Sekolah rakyat hadir membuka akses belajar yang setara, memberi ruang bagi setiap anak untuk tumbuh dengan harapan, pengetahuan, dan kepercayaan diri. Langkah kecil hari ini untuk masa depan yang lebih adil esok hari,” jelasnya menambahkan.
Dikatakannya, SRT permanen yang akan dibangun pada 2026 ini tidak sekadar soal bangunan fisik semata, tetapi juga soal bagaimana keberlanjutan operasionalnya, termasuk tenaga pengajarnya.
“Pendidikan, perlindungan sosial, serta pemberdayaan keluarga ini dirangkai dalam satu ikhtiar yang sama, yaitu bagaimana memutus mata rantai kemiskinan,” jelasnya lagi.
Lanjut ia mengatakan bahwa pendidikan adalah hak dasar semua anak. Untuk itu, ia menegaskan bahwa tidak boleh ada anak di Luwu Utara yang putus sekolah hanya karena tidak ada biaya atau jarak yang jauh.
Ia pun berkomitmen untuk menjadikan Sekolah Rakyat Terpadu yang nantinya akan permanen ini dapat dirasakan lintas generasi, atau dari generasi ke generasi. “Sekolah rakyat itu cerdas bersama dan tumbuh setara,” pungkas alumnus Fakultas Tehnik Universitas Hasanuddin ini.
Sebelumnya, Presiden Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di SRT Terpadu 9 Banjarbaru mengatakan bahwa sekolah rakyat terpadu yang akan segera beroperasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem perubahan di sektor pendidikan.
“Pada tahun 2025 yang lalu, sebanyak 166 titik sekolah rakyat rintisan telah beroperasi. Seiring beroperasinya sekolah rakyat rintisan, maka pada 2026 pembangunan sekolah rakyat permanen juga sudah dimulai di 104 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Turut hadir dalam acara peresmian sekolah rakyat rintisan ini, sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, para Kepala Daerah, serta para tokoh dan pejabat di Banjarbaru. Sementara Bupati Andi Abdullah Rahim hadir didampingi Kepala Dinas Sosial, Ari Setiawan. (Yustus)

