Sementara itu, Kasubsipenmas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Adil, menjelaskan bahwa kegiatan patroli dialogis ini merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi, yang menekankan kehadiran polisi secara aktif dan dekat dengan masyarakat.
“Patroli dialogis adalah salah satu strategi Polri untuk membangun kedekatan dengan warga. Polisi saat ini tidak hanya hadir ketika ada masalah, tapi juga menjadi bagian dari keseharian masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam situasi cuaca ekstrem seperti yang melanda Makassar beberapa hari terakhir, termasuk peristiwa pohon tumbang dan hujan disertai angin kencang, kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi bagian dari langkah antisipasi dan kesiapsiagaan.
“Kami terus meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan, baik di daratan maupun wilayah kepulauan. Ini sebagai bentuk kesiapan Polri dalam melindungi masyarakat dari potensi gangguan keamanan maupun risiko bencana,” jelas Aipda Adil.
Menurutnya, menjaga rasa aman di wilayah kepulauan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dan komunikasi yang kuat antara masyarakat dan kepolisian.
“Kalau semua pihak saling peduli dan saling menjaga, suasana aman dan damai akan tetap terpelihara. Itulah yang terus kami bangun bersama masyarakat,” pungkasnya.
Dengan pendekatan yang ramah dan terbuka, patroli dialogis ini menjadi bukti bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pelindung masyarakat. Bukan hanya di daratan, namun juga di tengah laut, polisi hadir menjaga dengan hati, di bawah langit yang kadang mendung, demi keselamatan dan ketenangan warga kepulauan. (*)

