22 Gardu dan Komunitas Beradu Strategi, Turnamen Domino Silaturahmi Maros Pererat Persaudaraan

Ramzy 48 Pembaca
3 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, MAROS — Wakil Ketua Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Sulawesi Selatan HM Syarkawi Ramly menegaskan, Turnamen Domino Silaturahmi yang digelar Liga Mini Domino (LMD) Sport Maros menjadi wadah mempererat hubungan antar pemain sekaligus momentum syukuran bagi Ketua Kamaseta Domino Community Maros yang juga Ketua LMD Sport Maros, Sjamsu Abdillah, menjelang masa purna tugasnya sebagai aparatur sipil negara pada 1 Juli 2026.

Turnamen yang berlangsung di Biliar "Ta" Nur Jaya Cafe, Bantimurung, Maros, Sabtu (13/6/2026), itu diikuti 64 pasangan pemain dari 22 gardu dan komunitas domino yang berasal dari Kabupaten Maros, Kota Makassar, dan sejumlah daerah sekitarnya.

Kegiatan yang digagas manajemen LMD Sport Maros di bawah koordinasi Sjamsu Abdillah, S.Pd, tersebut turut dihadiri Ketua LMD Sport Makassar Sadar Sandy, Ketua Pordi Maros Andi Sudirman Page, Ketua Pordi Biringkanaya Makassar drg M Saleh, serta sejumlah ketua gardu dan komunitas domino dari Maros dan Makassar.

Dalam sambutannya, Syarkawi menjelaskan, kehadiran para peserta dari berbagai komunitas dan gardu domino menunjukkan besarnya antusiasme pecinta olahraga domino di Sulawesi Selatan.

Menurut dia, kegiatan tersebut bukan semata-mata ajang kompetisi, melainkan juga sarana memperkuat persaudaraan di antara para pemain domino. Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi aturan organisasi dan semangat sportivitas dalam bertanding.

Sementara itu, Ketua Pordi Maros Andi Sudirman Page mengapresiasi dukungan pengurus Pordi Sulsel serta kerja keras panitia yang dipimpin Sjamsu Abdillah dalam menyukseskan pelaksanaan turnamen.

Ia menilai fasilitas yang disiapkan panitia tergolong lengkap dan mampu memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta selama mengikuti pertandingan.

Menurut Andi Sudirman, olahraga domino memiliki nilai seni tersendiri dalam permainan sehingga selalu menarik untuk dibahas. Di balik permainan tersebut, terdapat berbagai pengalaman dan dinamika yang dihadapi, baik dalam pembinaan organisasi maupun saat bertanding.

Ia juga mengungkapkan, selama memimpin Pordi Maros, organisasi yang dipimpinnya tidak memberlakukan iuran kepada anggota dan tidak mengandalkan dana sponsor. Selain itu, pengurus tidak membebankan biaya apa pun kepada anggota, termasuk dalam pengurusan rekomendasi dan administrasi lainnya.

Pada akhir turnamen, pasangan Daeng Sarrang dan Yudhi dari Pattottongan Maros berhasil meraih gelar juara pertama. Posisi kedua ditempati Anzar dan A Nawa dari Batangase, sedangkan juara ketiga diraih pasangan Dzoel dan Asis dari Kangen Domino Indonesia Makassar. Adapun posisi juara keempat menjadi milik pasangan Angga dan Rais dari Bantimurung. (Hdr)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version