Dua Solois Sulsel Tampil Memukau, Gedung PKK Papua Barat Diguncang ‘Gempa’ Sukacita

Ramzy
Ramzy 11 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MANOKWARI – Memasuki hari kedua kompetisi akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 pada Selasa (23/6/2026), atmosfer di Gedung PKK Provinsi Papua Barat mendadak membara. Dua solois andalan Kontingen Sulsel yang turun di kategori Solo Remaja Pemuda Putera (SRP-Pa) dan Solo Remaja Pemuda Puteri (SRP-Pi) sukses menyuguhkan penampilan yang luar biasa di atas panggung megah tersebut.

Dua talenta muda yang unjuk gigi pada waktu berbeda ini adalah Oktovianus Lulembang, delegasi dari LPPD Kabupaten Tana Toraja, dan Akhaya Virelya Palamba yang mewakili LPPD Kota Makassar. Oktovianus yang memegang nomor undian 19 di kategori SRP-Pa tampil memukau pada pagi hari sekitar pukul 10.20 WIT, sementara Akhaya Virelya dengan nomor undian 34 di kategori SRP-Pi menggebrak panggung malam hari sebagai penutup lomba sekitar pukul 20.00 WIT.

Saat melangkah ke atas pentas di hadapan dewan juri yang diisi oleh deretan pakar musik dan seni suara legendaris tanah air—Yohan Tinungki, S.Mus, M.Mus, Yudi Komalig, dan Bornok Huauruk—Oktovianus Lulembang langsung mencuri perhatian. Ia tampil elegan mengenakan setelan kemeja dan celana panjang hitam, yang dipermanis dengan sentuhan motif batik khas Tana Toraja pada lengan kanannya.

Diringi oleh petikan piano yang begitu dinamis dari jemari lincah Julian Saputra, solois berbakat ini berhasil menghipnotis ruangan melalui teknik vokal berkelas. Dua lagu andalannya, yakni lagu wajib “Tuhan Perlindunganku” karya Yusuf Simorangkir serta lagu pilihan terikat “Lagu Kedamaian” ciptaan Krisna Yonathan, dibawakannya dengan sangat penuh penghayatan.

Kegemilangan Kontingen Sulsel semakin lengkap saat giliran kategori SRP-Pi dimulai. Akhaya Virelya Palamba, gadis menawan berusia 19 tahun, sukses meneruskan tren positif para duta suara Sulsel yang telah tampil gemilang sebelumnya. Mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM) berpostur tinggi-besar ini langsung memikat hati seluruh penonton dan panitia yang memadati Gedung PKK Papua Barat.

Baca juga :  Ngopi Bareng Kapolres Pelabuhan Makassar, Hangatkan Silaturahmi dan Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Ujung Tanah

Balutan gaun panjang merah menyala berpadu corak ukiran Toraja kombinasi cokelat-putih di bagian depan membuat penampilannya kian anggun. Diiringi oleh pianis senior Kota Makassar, Eveline Maria Philips, ST, Akhaya menggelegarkan suara emasnya di hadapan barisan juri papan atas nasional, yaitu Fonti Nalan, Linda Sitinjak, dan Rudolf Hehanusa.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!