LAN RI Dorong Transformasi Layanan Kesehatan
PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI terus memperkuat transformasi pelayanan publik, melalui pengembangan kapasitas aparatur, yang berorientasi pada hasil nyata.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Seminar dan Pameran Aksi Transformasional Pelatihan SMART Puskesmas, yang memperlihatkan implementasi 42 aksi transformasi dari 14 puskesmas di Kabupaten Maros.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maros berlangsung di Aula Hasanuddin, Makassar, Rabu (1/7/2026).
Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Pusjar SKMP LAN Dr. Muhammad Aswad, M.Si., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros dr H Muhammad Yunus, S.Ked, M.Kes, Kabid Yankes Dinas Kesehatan Makassar A. Shinta Pratiwi, S.STP., M.AP., Kepala Dinas Kesehatan Kab. Pangkep Hj. Herlina, S.Si., Apt., M.Kes., serta Kabag Umum Pusjar SKMP LAN Zulchaidir, S.Sos., MPA.
Hadir pula para mentor, coach, penguji, pejabat fungsional di lingkungan Pusjar SKMP LAN, perwakilan pemerintah daerah, serta seluruh peserta Pelatihan SMART Puskesmas.
Dari Pembelajaran Menuju Perubahan Nyata Pelatihan SMART Puskesmas dirancang sebagai model pembelajaran implementatif untuk memperkuat transformasi layanan kesehatan primer melalui lima nilai utama, yaitu Sehat, Mandiri, Adaptif, Ramah, dan Tangguh (SMART).
Selama kurang lebih dua bulan, peserta mengikuti pembelajaran klasikal, studi lapangan, pendampingan intensif melalui coaching, hingga mengimplementasikan proyek perubahan di puskesmas masing-masing.
Tahap akhir pembelajaran diwujudkan melalui Seminar dan Pameran Aksi Transformasional yang menampilkan hasil implementasi inovasi dari setiap peserta.
Sebanyak 14 puskesmas mempresentasikan proyek perubahan pada tiga klaster, yakni Kepala Puskesmas, Manajemen Puskesmas, dan Pengelolaan Keuangan, sehingga secara keseluruhan lahir 42 aksi transformasi yang siap diterapkan dan direplikasi.
Inovasi Harus Menjadi Inspirasi bagi Daerah Lain
Kepala Pusjar SKMP LAN, Dr. Muhammad Aswad, M.Si., menegaskan bahwa pameran aksi transformasional merupakan bagian penting dari pendekatan pembelajaran.
“Di LAN RI, inovasi tidak berhenti pada proses belajar. Hari ini adalah tahap display, yaitu memperlihatkan kepada publik bahwa transformasi yang dilakukan benar-benar menghasilkan perubahan. Inovasi harus dipublikasikan agar menjadi inspirasi dan dapat direplikasi oleh instansi lain,” ujar Dr. Muh. Aswad.
Kapus SKMP LAN juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maros, atas kepercayaan yang diberikan kepada LAN RI, dalam mendampingi transformasi layanan kesehatan primer melalui SMART Puskesmas.
Hasilkan 42 Aksi Transformasi Pelayanan Kesehatan
Sementara itu, Kadis Kesehatan Kab. Maros, dr. H. Muhammad Yunus, S.Ked., M.Kes., menyampaikan bahwa Pemkab Maros memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi bersama Pusjar SKMP LAN.
“Kerja sama ini telah melahirkan perubahan yang nyata. Dari 14 puskesmas, lahir 42 aksi transformasi yang menjadi modal penting untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Maros,” ujar Kadis Kesehatan Maros.
“Kami berharap semangat transformasi ini terus berkembang sehingga Kabupaten Maros mampu bergerak lebih cepat dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas,” pungkasnya sebelum secara resmi membuka Seminar dan Pameran Aksi Transformasional Pelatihan SMART Puskesmas.
Empat Belas Puskesmas Tampilkan Praktik Baik
Sebanyak 14 puskesmas se-Kabupaten Maros menampilkan inovasi pelayanan.
Berbagai inovasi tersebut antara lain TUA TANNING dari UPTD Puskesmas Cenrana, APPAKABAJI dari Puskesmas Bontoa, MATUDE dari Puskesmas Marusu, MALEBBI SMART dari Puskesmas Mandai, KALUBAMPA dari Puskesmas Tanralili, LAME AJU dari Puskesmas Moncongloe, dan SATU dari Puskesmas Simbang.
Sementara itu, inovasi lainnya meliputi SIGAP TO CEMPA dari Puskesmas Camba, SIPPADA dari Puskesmas Mallawa, MABAR CEMERLANG dari Puskesmas Maros Baru, PASTI MELAYANI dari Puskesmas Bantimurung, PELITA DEWA LAU dari Puskesmas Lau, GEMAS TOMPOBULU MARANNU dari Puskesmas Tompobulu, serta SEWAKI MADECENG dari Puskesmas Turikale.
Kepala Pusjar SKMP LAN bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, para coach, dan mentor mengunjungi setiap stan pameran untuk berdialog dengan peserta, sekaligus menguji implementasi aksi transformasi pada masing-masing klaster.
Pendekatan ini memastikan setiap inovasi tidak hanya berhenti sebagai gagasan, tetapi memiliki kebermanfaatan yang terukur dan berpotensi direplikasi.
Mengawal Perubahan dari Puskesmas Sore harinya, setelah rangkaian Seminar dan Pameran Aksi Transformasional selesai, peserta Pelatihan SMART Puskesmas Kabupaten Maros secara resmi dilepas oleh Kapus SKMP LAN, Dr. Muh. Aswad.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Muh. Aswad juga menyerahkan Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP) kepada para peserta sebagai penanda berakhirnya seluruh rangkaian Pelatihan SMART Puskesmas.
Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa berakhirnya pelatihan bukanlah akhir dari proses transformasi, melainkan awal dari implementasi perubahan di setiap puskesmas.
“Hari ini bukan garis akhir. Sesungguhnya pekerjaan baru dimulai ketika Bapak dan Ibu kembali ke puskesmas masing-masing. Jadikan inovasi yang telah dibangun sebagai budaya kerja, terus lakukan perbaikan, dan pastikan setiap perubahan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itulah ukuran keberhasilan pembelajaran di LAN RI,” tegas Dr. Muh. Aswad, sebagaimana dicatat Tim Humas.
Membangun Reformasi dari Layanan Terdepan
Kolaborasi antara LAN RI dan Pemerintah Kabupaten Maros, menunjukkan bahwa reformasi birokrasi sektor kesehatan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi aparatur.
Transformasi harus dibuktikan melalui inovasi yang dapat diimplementasikan, diukur manfaatnya, serta direplikasi oleh daerah lain. Melalui SMART Puskesmas, LAN RI menegaskan perannya sebagai pusat pembelajaran kebijakan (policy learning hub).
Pengembangan kompetensi ASN diarahkan untuk menghasilkan perubahan nyata pada kualitas pelayanan publik, dimulai dari puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Demikian Humas Pusjar SKMP LAN Makassar, Adekamwa, menginformasikan melalui rilis. (ere)