PEDOMANRAKYAT, BARRU . Civitas Akademika Universitas Terbuka (UT) Makassar melaksanakan perjalanan wisata berlangsung selama tiga hari ke Pulau Dutungan, Kecamatan Mallusettasi, Kabupaten Barru.
Perjalanan wisata ini dipimpin langsung Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE, MM, juga dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural, diantaranya
Kasubag Tata Usaha UT Makassar, Sarifuddin, SE, Manajer Marketing dan Registrasi UT Makassar, I Made Gunawan Sanjaya, S.T, Manajer Pembelajaran dan Ujian UT Makassar, Kusmala Dewi, M.Pd, serta beberapa pejabat struktural lainnya, dosen serta staf.
Pulau Dutungan, dengan keindahan alamnya yang mempesona dan penuh dengan pepohonan hijau yang rindang, menjadi tujuan utama dalam perjalanan wisata ini.
Selama tiga hari tersebut, keluarga besar UT Makassar benar-benar memanfaatkan waktu dengan berenang di laut dan menikmati keindahan pulau yang eksotis.
Agar perjalanan ini semakin seru, berbagai permainan dan games telah disiapkan, seperti gelinding tenda, estapet karpet, lempar bola, kreasi sarung, baskom air serta pipa bocor.
Peserta yang berhasil meraih juara dalam games tersebut mendapatkan hadiah hiburan dari panitia, menambah keseruan perjalanan wisata ini.
Dalam acara makan malam terakhir, Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, memberikan pengarahan kepada keluarga besar UT Makassar.
Beliau menyampaikan bahwa kunjungan ke Pulau Dutungan ini bertujuan memperkuat silaturahim dan meneguhkan semboyang UT Makassar yang terdiri dari makin akrab,makin semangat, dan makin maju.
Semangat maju yang dimaksud Prof. Rahman Rahim adalah meningkatkan jumlah mahasiswa lebih besar dari jumlah yang dicapai saat ini.
Prof Rahman mengajak agar, usia tidak membuat kita terpisah, tetapi kelebihan dan kekurangan masing – masing akan saling melengkapi dan tentunya lebih memperkuat kebersamaan seraya mengajak keluarga besar UT Makassar untuk bersama-sama memajukan UT.
Dia melanjutkan, mari bersama berupaya mendorong calon mahasiswa untuk kuliah di UT, dengan tujuan memaksimalkan pencapaian jumlah mahasiswa lebih besar dari yang dicapai saat ini.
Prof Rahman mengingatkan saat ini UT Makassar sedang bersaing dengan ratusan perguruan tinggi konvensional (PTN-PTS) di Sulawesi Selatan yang juga sebagian sudah 11 menyelenggarakan pembelajaran secara online atau jarak jauh.
Untuk tetap eksis, UT Makassar perlu terus berinovasi dan kreatif dalam mengelola perguruan tinggi. Sebagai salah satu dari 21 PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum), pengelolaan menjadi kunci utama dan sangat ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan Sumber daya keuangan UT.
Seiring dengan statusnya sebagai PTN-BH, UT Makassar tata kelola lebih mandiri dalam hal SDM,SDK, pembukaan/penutupan Prodi,inovasi Bisnis UT sebagai sumber pendapatan selain dari mahasiswa.