PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Relevansi pelayanan gereja di era modern dibuktikan secara nyata oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara (PGIW Sulselra).
Tepat pada hari ini, Rabu (17/6/2026), berbagai biro di bawah naungannya bergerak serentak menggelar aksi sosial dan pemberdayaan di berbagai titik strategis. Langkah masif ini menjadi perwujudan konkret dari visi mereka untuk menghadirkan kasih Kristus yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Ketua Umum PGIW Sulselra, Pdt. Yohanis Metris, M.Th, MM, mengungkapkan bahwa kolaborasi multisektor menjadi kunci gerakan hari ini. Sinergi antara Biro Pendidikan, Biro Umum, dan Biro Kesehatan diwujudkan melalui program pendampingan psikologis dan spiritual di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar.
Kehadiran tim gabungan ini memberikan suntikan moral, penguatan mental, serta harapan baru bagi ratusan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat kelak.
Tidak kalah menyentuh, aksi kemanusiaan juga bergeser ke wilayah pinggiran. Pada saat yang bersamaan, Biro Perempuan dan Biro Lansia PGIW Sulselra menggelar Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan Cipta Generasi Baru yang terletak di Moncongloe, Maros.
Lewat interaksi yang hangat, kelompok rentan ini membagikan paket bantuan logistik, perhatian, dan sukacita mendalam guna mendukung tumbuh kembang anak-anak panti asuhan yang membutuhkan uluran tangan.
Sementara itu, fokus pada kemandirian ekonomi juga menjadi agenda utama pada hari yang sama. Biro Sumber Daya Manusia (SDM) menggelar Pelatihan Vokasi Pengolahan Ikan di Gedung PGIW Sulselra untuk membekali puluhan peserta dengan keterampilan praktis siap kerja.
Program pemberdayaan ini sengaja dirancang guna membuka peluang usaha mikro baru dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat lokal di tengah tantangan pasar kerja saat ini.
"Apresiasi tertinggi kami sampaikan kepada seluruh pengurus biro, mitra pelayanan, dan semua pihak yang terus konsisten mengambil bagian dalam mewujudkan pelayanan yang berdampak nyata, baik bagi internal gereja maupun masyarakat luas. Bersama Melayani, Bersama Memberdayakan, Bersama Menjadi Berkat!" tegas Pdt. Yohanis Metris menutup penjelasannya. (*)

