PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Pengurus Kerukunan Masyarakat Bima Sulawesi Selatan (KMBS) secara resmi dikukuhkan dalam kegiatan pelantikan dan rapat kerja pengurus periode 2025-2030 di Aula FEBI UIN Alauddin, Ahad (30/11/2025) siang.
Pelantikan oleh Ketua Formatur Abd Karim H Ahmad MPd dan dihadiri oleh tokoh masyarakat Bima di Sulsel. Dr Ibrahim H. Ahmad resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum KMBS yang baru.
Dalam sambutannya, ia memaparkan potensi besar yang dimiliki oleh masyarakat Bima yang berdomisili di Sulsel, sekaligus menyampaikan sejumlah harapan strategis untuk kemajuan organisasi dan daerah.
Ibrahim menyoroti kekuatan sumber daya manusia (SDM) yang luar biasa di dalam tubuh KMBS. "Potensi kita sangat besar. Di kepengurusan dan anggota KMBS, kita memiliki 16 Guru Besar (Profesor) dan lebih dari 20 orang bergelar Doktor. Ini adalah modal intelektual yang harus kita manfaatkan untuk berkontribusi pada pembangunan Bima dan Sulawesi Selatan," tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua KMBS juga menyampaikan harapan agar potensi pengusaha yang dimiliki oleh anggota dapat diwadahi. "Kami berharap dapat membentuk perusahaan khusus yang diinisiasi oleh KMBS, sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi dan kemandirian organisasi. Kami akan merangkul seluruh potensi yang ada untuk menjadi sebuah kekuatan yang nyata," ujarnya.
Dalam pidato perdananya, Ibrahim menyampaikan lima poin utama yang akan menjadi fokus kepengurusanny. KMBS akan mengupayakan agar asrama mahasiswa/keluarga Bima yang ada di Sulsel dapat dikelola secara mandiri oleh KMBS, demi menjamin fasilitas dan pembinaan yang optimal bagi generasi muda.
KMBS juga akan memproses legalitas kuburan keluarga Bima di Sulsel, untuk memastikan hak dan keberlanjutan lahan pemakaman bagi anggota.
"Yang paling utama komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas akan ditingkatkan, terutama dalam pengelolaan keuangan dan donasi, agar masyarakat Bima di Sulsel menaruh kepercayaan terhadap KMBS," tambahnya.
Ia juga berharap pengurus KMBS baru akan berupaya meningkatkan donasi dan sumber pendanaan organisasi secara berkelanjutan. "Termasuk mengadakan Rekening Khusus untuk mendukung akuntabilitas dan terkelola dengan baik.
Ibrahim juga menekankan bahwa keterlibatannya dalam kepengurusan KMBS bukanlah hal baru, melainkan telah aktif sejak tahun 1980-an, "Semoga dengan pengalaman ini kami bisa memahami seluk-beluk dan kebutuhan organisasi.
Dengan kepengurusan yang baru ini, KMBS siap mengukuhkan perannya sebagai wadah pemersatu, penggerak ekonomi, dan mitra strategis Pemerintah Daerah Bima dan Sulawesi Selatan," urainya.
Sementara Abdul Karim sebagai salah seorang pembina dan sesepuh KMBS menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya dengan sejumlah kinerja dan pencapaiannya.
Walau diakui oleh Ketua KMBS sebelumnya, Ir Iksan H Abd Razak MM kepengurusan yang dipimpinnya masih menyusahkan banyak pekerjaan rumah bagi penguris baru.
Di antaranya pembentukan KMBS tingkat kabupaten dan kota se-Sulsel yang tertatih-tatih, baru ada KMBS Barru dan Makassar Timur.
Juga, urainya, pengelolaan asrama mahasiswa Bima yang belum diserahkan Pemkab Bima kepada KMBS. "Demikian pula sinergi dengan adik-adik mahasiswa Bima yang belum intens," ungkapnya.(mda).
