PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin, menegaskan pihaknya telah menerbitkan pedoman resmi pelaksanaan pembelajaran selama bulan suci Ramadhan 2026. Pedoman tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4/1506/DISDIK dan telah disampaikan kepada 12 Cabang Dinas Wilayah serta seluruh UPT Satuan Pendidikan SMA/SMK/SLB se-Sulsel.
“Surat edaran ini menjadi acuan pembelajaran selama Ramadhan tahun ini,” ujar Iqbal saat dikonfirmasi melalui seluler, Minggu (15/2/2026).
Dalam edaran tersebut, Disdik Sulsel merinci jadwal kegiatan pembelajaran bagi kelas X, XI, dan XII. Untuk seluruh tingkatan, kegiatan pembelajaran di luar satuan pendidikan dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 20 Februari 2026.
Khusus bagi siswa kelas X, akan dilaksanakan kegiatan pesantren kilat di masing-masing satuan pendidikan pada 23 sampai 27 Februari 2026.
Selanjutnya, pada 2 hingga 16 Maret 2026, pembelajaran bagi kelas X dan XI dilaksanakan secara daring dan bersifat opsional.
Sementara bagi siswa kelas XII, pembelajaran difokuskan pada persiapan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Sekolah diminta memberikan tambahan jam belajar atau bimbingan khusus guna menunjang kesiapan siswa menghadapi seleksi tersebut.
“Termasuk pelaksanaan try out, simulasi SNBT, serta pemberian konseling dan motivasi,” jelas Iqbal.
Sementara itu, Kepala UPT SMKN 1 Pangkajene dan Kepulauan, Syahruddin Rahmat, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti edaran tersebut dengan sejumlah kegiatan selama Ramadhan.
Menurutnya, selain pesantren kilat, khusus kelas XII akan dilaksanakan pra Uji Kompetensi Keahlian (UKK), sehingga usai Ramadhan sekolah dapat langsung menggelar UKK.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 7 Maros, Makmur. Ia mengatakan kegiatan pembelajaran tetap berjalan setelah pelaksanaan pesantren kilat.
“Selama sepekan siswa mengikuti pesantren kilat, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran di sekolah. Pembelajaran daring menjadi opsi. Untuk kelas XII, akan ada bimbingan khusus dari masing-masing guru mata pelajaran,” pungkasnya. (Hdr)
