PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Pemilik Gudang Natura Industrial Estate, Usman Hamid, mengungkapkan kebakaran yang melanda kompleks pergudangan di Parang Loe Indah, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, bermula saat dirinya kembali dari Masjid Muttaqin usai menunaikan shalat Jumat, Sabtu (19/6/2026). Saat itu, ia melihat kepulan asap hitam tebal dari dalam gudang miliknya.
"Saya melihat asap tebal keluar dari dalam gudang, lalu berteriak kebakaran dan meminta bantuan petugas keamanan untuk menghubungi pemadam kebakaran," ujar Usman.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 Wita di gudang penyimpanan minyak nilam yang berada di kawasan Natura Industrial Estate. Selain Usman Hamid, gudang tersebut juga dimiliki oleh H Haris, sesama pengusaha yang berdomisili di Kota Makassar.
Setelah mengetahui adanya kebakaran, Usman segera meminta Andika, petugas keamanan gudang, untuk menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, khususnya pos klaster Kawasan Industri Makassar (KIMA).
Sekitar pukul 13.10 Wita, Babinsa Kelurahan Bira, Saharuddin, tiba di lokasi dan langsung melakukan pengamanan akses jalan guna memperlancar pergerakan armada pemadam kebakaran menuju titik kebakaran.
Sepuluh menit kemudian atau sekitar pukul 13.20 Wita, armada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar tiba di lokasi dan segera melakukan upaya pemadaman yang juga dibantu warga sekitar.
Api baru berhasil dikuasai sepenuhnya sekitar pukul 15.30 Wita. Dalam proses penanganan kebakaran tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar mengerahkan sebanyak 30 unit mobil pemadam. Hingga berita ini ditulis, petugas masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menghanguskan dua unit gudang beserta sejumlah aset di dalamnya. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 900 juta.
Selain bangunan gudang, sebuah mobil Toyota Hilux bernomor polisi DD 8510 KH dan satu unit sepeda motor bernomor polisi DD 3508 XCF turut terdampak dalam kebakaran tersebut.
Berdasarkan hasil analisis sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik akibat instalasi kelistrikan yang sudah tidak layak digunakan. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Kapolsek Tamalanrea Kompol Mustari Alam bersama jajarannya saat ini masih melakukan penanganan dan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran. Selama proses pemadaman berlangsung, koordinasi antara petugas pemadam kebakaran dan aparat keamanan terus dilakukan guna memastikan penanganan berjalan lancar dan aman. (Hdr)

