PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Pangdam XIV/Hasanuddin, Bangun Nawoko, memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Batalyon Infanteri 700/Wira Yudha Cakti dari Letkol Inf Heraldo Tabasonda kepada Letkol Inf Iwan Sunarya, S.Sos, M.Tr. Mil, di Markas Yonif 700/WYC, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (23/2/2026). Momentum ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi simbol kesinambungan pengabdian dan komitmen menjaga kehormatan satuan. Dalam suasana khidmat dan penuh semangat korps, prosesi berlangsung tertib sebagai cerminan profesionalisme prajurit. Pergantian komandan diharapkan membawa energi baru bagi pembinaan dan kesiapan tempur satuan. Yonif 700/WYC pun ditegaskan harus terus menjadi kebanggaan Kodam XIV/Hasanuddin.
Sertijab ini merupakan bagian dari pembinaan organisasi dan personel untuk meningkatkan kinerja serta profesionalisme satuan agar semakin adaptif terhadap dinamika tugas ke depan. Tantangan pertahanan yang kian kompleks menuntut kepemimpinan yang visioner dan responsif. Prosesi penanggalan dan penyematan tanda jabatan, penyerahan tongkat komando, penyerahan tunggul satuan, serta penandatanganan berita acara menjadi penanda resmi estafet kepemimpinan. Setiap tahapan mengandung makna tanggung jawab besar yang harus dipikul dengan integritas dan loyalitas tinggi. Melalui regenerasi kepemimpinan ini, diharapkan soliditas dan daya juang prajurit semakin menguat.
Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Letkol Inf Heraldo Tabasonda atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Danyonif 700/WYC. Kepemimpinan yang telah dijalankan dinilai memberi kontribusi positif terhadap pembinaan satuan dan kesiapan operasional prajurit. Keberhasilan program kerja serta pembinaan mental dan disiplin menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan satuan. Pangdam menegaskan bahwa setiap jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara moral dan profesional. Pengabdian yang tulus akan selalu menjadi bagian dari sejarah perjalanan satuan.
Kepada pejabat baru, Letkol Inf Iwan Sunarya, Pangdam menekankan bahwa seorang komandan harus menjadi teladan, inovator, sekaligus motivator bagi seluruh prajurit. Ia menggarisbawahi dua tugas utama komandan, yakni memelihara kesiapan operasional satuan dan memastikan kesejahteraan prajurit beserta keluarganya. Prajurit harus senantiasa siap bertarung dan siap melaksanakan setiap tugas yang dipercayakan oleh bangsa dan negara. Di sisi lain, perhatian terhadap kesejahteraan menjadi fondasi moral yang memperkuat loyalitas dan semangat juang. Kepemimpinan yang kuat lahir dari kepedulian, keteladanan, dan keberanian mengambil keputusan.
Lebih jauh, Pangdam menegaskan bahwa setiap prajurit adalah individu penting yang harkat dan martabatnya wajib dijaga. Tidak boleh ada satu pun yang merendahkan sesama prajurit, karena kekuatan satuan terletak pada solidaritas dan saling menghormati. Keberanian moral menjadi nilai utama dalam membangun budaya satuan yang profesional dan humanis. Dengan semangat tersebut, Yonif 700/Wira Yudha Cakti diharapkan semakin tangguh, disiplin, dan siap menghadapi setiap panggilan tugas. Seruan Pangdam pun menggema sebagai motivasi bahwa prajurit harus berani, siap tempur, dan selalu setia kepada bangsa dan negara. (*Rz)
