Ketua Yayasan Indonesia Timur, H. Haruna., memberikan restu penuh sekaligus mengingatkan bahwa MoU ini harus menjadi mesin penggerak yang produktif. “Kerja sama hebat ini harus langsung diterjemahkan ke dalam program kerja konkret yang dampaknya langsung dirasakan secara multiplikatif oleh sivitas akademika dan masyarakat luas,” pintanya.
Untuk memastikan kesuksesan visi tersebut, kedua lembaga mengunci 6 poin taktis yang akan langsung di implementasikan:
Akselerasi Kompetensi SDM: Rekayasa kapasitas akademik lewat jalur pendidikan tinggi dan sertifikasi keahlian Nasional,dan global.
Sinergi Riset Radikal: Kolaborasi penelitian berbasis invensi ilmu pengetahuan tingkat lanjut.
Hilirisasi Pengabdian Berbasis Riset: Pengaplikasian teknologi tepat guna secara langsung untuk menyelesaikan masalah di masyarakat.
Pemanfaatan Infrastruktur Bersama (Sharing Infrastructure): Akses penuh bagi peneliti UIT terhadap laboratorium mutakhir milik BRIN.
Ledakan Publikasi & HKI: Penerbitan karya ilmiah pada jurnal bereputasi tinggi dunia (Scopus) serta perlindungan hak paten.
Program Adaptif Strategis: Kerjasama dinamis yang selaras dengan regulasi nasional.
Kiblat Baru Inovasi Indonesia
Langkah berani Universitas Indonesia Timur yang bersekutu dengan BRIN diyakini para pengamat pendidikan tinggi akan mengubah peta persebaran inovasi nasional. Kolaborasi ini berhasil mendobrak dominasi riset yang selama ini terpusat di Pulau Jawa.
Dengan menggabungkan kekayaan kearifan lokal Indonesia Timur dan kecanggihan teknologi BRIN, sinergi ini diprediksi segera melahirkan gelombang inovasi baru yang siap menggerakkan roda ekonomi nasional berbasis pengetahuan (knowledge-based economy). UIT Makassar kini resmi memantapkan posisinya sebagai kiblat baru inovasi dan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.


