Kasdam XIV/Hasanuddin: Jadikan Penugasan RI–PNG Sebagai Kehormatan dan Kebanggaan

Ramzy 21 Pembaca
2 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Kepala Staf Kodam XIV/Hasanuddin, Brigjen TNI Ayi Lesmana, SE., memimpin pelepasan prajurit Satgas Yonif 726/Tamalatea yang akan mengikuti Latihan Pratugas Operasi (LPO) Satgas RI–PNG Kewilayahan Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Fasharkan Koarmada VI, Jalan Yos Sudarso, Tabaringan, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Selasa (16/6/2026).

Pelepasan ini menjadi langkah awal dalam rangkaian persiapan penugasan pengamanan wilayah perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini. Seluruh personel Satgas Yonif 726/Tamalatea diberangkatkan menuju Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Batujajar, Bandung, Jawa Barat, menggunakan KRI Teluk Kendari-518 untuk mengikuti program latihan pratugas yang telah disiapkan.

Latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan, kesiapan fisik dan mental, serta profesionalisme prajurit agar mampu melaksanakan tugas operasi secara optimal di daerah penugasan. Melalui latihan yang terukur dan berstandar operasional, para prajurit diharapkan memiliki kesiapan menyeluruh dalam menghadapi berbagai tantangan di wilayah perbatasan.

Dalam arahannya, Kasdam XIV/Hasanuddin menegaskan pentingnya kesiapan personel dan perlengkapan sebelum memasuki tahapan latihan. Ia mengingatkan bahwa setiap penugasan merupakan amanah sekaligus kehormatan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan loyalitas.

“Jadikan penugasan ini sebagai kebanggaan. Ikuti seluruh tahapan latihan dengan sungguh-sungguh, tingkatkan kemampuan, serta jaga nama baik satuan dan Kodam XIV/Hasanuddin di mana pun bertugas,” tegasnya.

Kasdam juga berpesan kepada seluruh personel agar senantiasa menjaga semangat, disiplin, kekompakan, dan profesionalisme selama mengikuti latihan maupun saat menjalankan tugas operasi nantinya. Faktor keamanan dan keselamatan personel, lanjutnya, harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan.

Dengan pelepasan ini, Satgas Yonif 726/Tamalatea secara resmi memulai tahapan pembinaan dan pemantapan kemampuan sebelum melaksanakan tugas negara di wilayah perbatasan RI–PNG. Diharapkan seluruh prajurit dapat mengikuti latihan dengan maksimal sehingga siap melaksanakan penugasan secara profesional, efektif, dan penuh tanggung jawab. (*Rz)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version