PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Suasana haru dan bahagia mewarnai SLB A YAPTI Makassar di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kamis (28/5/2026). Di sekolah khusus tunanetra ini, organisasi Gammara Inklusi menggelar penyembelihan dua ekor sapi dan satu ekor kambing dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H.
Sebanyak 100 paket daging kurban disalurkan kepada para mustahiq, yang mayoritas merupakan penyandang disabilitas, lansia, janda, dan warga sekitar. Senyum semringah pun tampak jelas di wajah para penerima manfaat.
Aksi sosial bertajuk "Kurban Menyapa Disabilitas: Gammara Inklusi, Karena Kebahagiaan Kurban untuk Semua" ini menjadi tonggak sejarah baru bagi organisasi tersebut, karena untuk pertama kalinya fokus menyasar kelompok difabel.
Kolaborasi Demi Kemudahan Akses
Ketua Gammara Inklusi, Andi Zulfajrin Syam, mengungkapkan bahwa acara ini sukses berkat kolaborasi apik dengan Yayasan Urunan Kebaikan, Kawan Netra, dan Kurir Langit. Gerakan ini lahir dari keprihatinan terhadap kaum difabel yang kerap luput saat momen Iduladha.
"Teman-teman difabel sering mengalami keterbatasan akses. Banyak yang tidak mendengar pengumuman di masjid, tidak bisa datang karena kendala fisik, atau kesulitan mengantre di lokasi yang berdesak-desakan," ujar Zulfajrin.
Sistem "Jemput Bola" Langsung ke Rumah
Memahami hambatan tersebut, panitia menerapkan sistem ramah aksesibilitas di SLB A YAPTI Makassar. Bagi penyandang disabilitas dengan keterbatasan fisik berat, panitia menggunakan jasa kurir untuk mengantarkan daging kurban langsung ke pintu rumah mereka.
Langkah ini merangkul berbagai kelompok rentan, mulai dari tunanetra, tunarungu, disabilitas fisik, hingga lansia.
"Daging kurban adalah ibadah yang seharusnya bisa dinikmati semua orang. Kami ingin menjadi jembatan kebahagiaan bagi mereka," tutur Zulfajrin semangat.
Melalui aksi ini, Zulfajrin berharap masyarakat, lembaga sosial, dan pengurus masjid ke depan bisa lebih inklusif. "Setiap orang bisa mengalami keterbatasan. Penting bagi kita semua untuk saling membuka ruang dan memberikan kesempatan yang setara," pungkasnya. (Ardhy M Basir)
