Mahasiswa KKN Berdampak 2026 Genjot UMKM Bontotangnga Lewat Pendampingan dan Digitalisasi Usaha

Ramzy 788 Pembaca
3 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Sebanyak 23 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak 2026 Angkatan IV dari Institut Turatea Indonesia (INTI) Jeneponto mulai mengakselerasi pemberdayaan ekonomi lokal di Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea. Fokus utama mereka adalah mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pendampingan langsung, penguatan legalitas usaha, hingga digitalisasi pemasaran.

Mahasiswa yang berasal dari tiga program studi, yakni Matematika, Ekonomi Pembangunan, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), ini dikoordinatori oleh Usman Taufik dan Syamsul Rizal. Mereka didampingi pembina Merry Sumardy, SE dan Drs. Syahrir Zaeni dalam menjalankan program kerja di lapangan.

Kehadiran mahasiswa KKN ini menyasar sembilan lingkungan di Kelurahan Bontotangnga, meliputi Lingkungan Sasroanging, Tanetea, Bontotangnga, Sangnging Loe, Pamanjengan, Mannuruki, Bungung Lompoa, Bumbung Loe, dan Borong Tammatea. Di setiap lingkungan, ditargetkan terdapat minimal 50 UMKM yang dapat didata dan dibina.

“Mahasiswa tidak hanya turun untuk mendata, tetapi juga melakukan pendampingan, termasuk membantu pembuatan brosur dan penguatan identitas usaha,” ujar Koordinator KKNB Bontotangnga, Usman Taufik, saat ditemui di Posko KKN.

Selain itu, mahasiswa juga menggelar Seminar Program Kerja bertema “Pemberdayaan UMKM untuk Penguatan Ekonomi Lokal” di Aula Kantor Kecamatan Tamalatea, Selasa (28/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Camat Tamalatea Hariady, ST, Lurah Bontotangnga Yusuf, Sekretaris Lurah, aparatur kelurahan, tokoh masyarakat, para kepala lingkungan, RT, Bhabinkamtibmas, serta pelaku UMKM yang mayoritas bergerak di sektor kuliner.

Dalam seminar tersebut terungkap bahwa sebagian besar pelaku UMKM masih menjalankan usaha secara konvensional tanpa kemasan produk yang memadai maupun logo usaha. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa KKN untuk menghadirkan solusi inovatif.

“Melalui program ini, kami mendorong pelaku UMKM memiliki legalitas usaha seperti NPWP dan Nomor Induk Berusaha (NIB), sekaligus meningkatkan kapasitas mereka dalam branding produk dan pemasaran digital,” jelas Syamsul Rizal.

Tak hanya fokus pada UMKM, mahasiswa juga melaksanakan seminar pendataan jumlah penduduk yang digelar di Kantor Kelurahan Bontotangnga. Kegiatan ini dihadiri Camat Hariady, ST dan Lurah Yusuf sebagai bagian dari upaya memperkuat basis data pembangunan di tingkat kelurahan.
Sebelumnya, Bupati Jeneponto, Paris Yasir, saat melepas 202 mahasiswa KKN Berdampak 2026 di Lapangan Kampus INTI Jeneponto, Kamis (16/4/2026), menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memberikan solusi nyata di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu mengidentifikasi persoalan UMKM dan menghadirkan solusi konkret agar usaha masyarakat bisa berkembang,” tegasnya.

Berdasarkan hasil observasi dan survei lapangan, tim KKN Bontotangnga menetapkan sejumlah program prioritas, antara lain pendataan penduduk dan UMKM, pembuatan NIB, penguatan branding produk, digital marketing, serta literasi keuangan. Sementara itu, program tambahan meliputi pembenahan kebersihan lingkungan, keindahan, dan penghijauan berbasis percontohan.

Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan masyarakat, kehadiran mahasiswa KKN Berdampak 2026 diharapkan mampu menjadi katalisator dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Jeneponto. (Ardhy M Basir)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version