Makassar Bidik MHM Jadi Magnet Ekonomi dan Sport Tourism Indonesia Timur

Ramzy 108 Pembaca
5 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memastikan Pemerintah Kota Makassar mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan Makassar Half Marathon (MHM) 2026 yang akan berlangsung pada 30–31 Mei mendatang. Ajang lari tahunan berskala internasional itu diproyeksikan tidak hanya menjadi pesta olahraga, tetapi juga penggerak ekonomi dan pariwisata Kota Makassar.

Pemkot Makassar, kata Munafri, membenahi berbagai infrastruktur penunjang di sepanjang lintasan lomba, mulai dari pengaspalan jalan, penerangan, hingga penataan kawasan agar tetap steril, tertib, dan aman selama kegiatan berlangsung.

“Kami berharap 12.400 peserta yang datang, termasuk keluarga, supporter, dan komunitas yang hadir di Makassar, bisa memberikan dampak yang sangat baik bagi kota ini,” ujar Munafri saat konferensi pers di Trans Studio Mall Makassar, Kamis (28/5/2026).

Menurut dia, Makassar Half Marathon kini telah berkembang menjadi salah satu event lari terbesar di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, seluruh persiapan dilakukan secara maksimal agar penyelenggaraan berjalan sesuai standar event nasional dan internasional.

Munafri menilai kehadiran ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara akan membawa dampak langsung terhadap sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menyebut para peserta nantinya akan menjadi duta promosi Kota Makassar melalui pengalaman yang mereka rasakan selama mengikuti event tersebut.

“Tentu, 12 ribu lebih peserta ini nantinya akan bercerita hal baik tentang Kota Makassar dan Makassar Half Marathon,” katanya.

Menurut Munafri, banyak daerah berupaya menghadirkan event serupa, namun tidak semuanya mampu menciptakan antusiasme sebesar yang terjadi di Makassar. Ia menilai hal itu didukung kesiapan infrastruktur kota yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir.

“Jadi, kita tinggal memaksimalkan pelaksanaannya agar sesuai dengan harapan bersama dan memberikan kenyamanan bagi peserta,” ujarnya.

Selain menghadirkan ajang olahraga, Pemkot Makassar juga menjadikan MHM sebagai bagian dari kampanye hidup sehat bagi masyarakat. Munafri berharap budaya hidup sehat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan positif warga Kota Makassar.

Ia juga menyoroti tingginya tingkat hunian hotel menjelang pelaksanaan event tersebut. Menurut dia, kamar hotel di sekitar lokasi kegiatan hampir seluruhnya telah terisi.

“Kalau hari ini coba cari hotel yang dekat-dekat lokasi event, sudah hampir tidak ada kamar kosong untuk besok maupun minggu depan,” ungkapnya.

Munafri memperkirakan perputaran ekonomi selama pelaksanaan event akan sangat besar. Jika sebagian peserta membelanjakan uang selama berada di Makassar, dampaknya dinilai akan dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal.

“UMKM bergerak, hotel terisi, rumah makan ramai, oleh-oleh terjual, dan akhirnya berdampak juga pada pendapatan kota,” tuturnya.

Ia menambahkan, Makassar perlu terus menghadirkan event berskala nasional dan internasional sebagai strategi memperkuat perekonomian daerah.

“Kota Makassar tidak memiliki banyak sumber daya alam yang bisa dieksplorasi. Karena itu kita harus memaksimalkan potensi lokal dan menciptakan ikon-ikon yang membuat orang datang ke Makassar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Munafri memastikan kesiapan infrastruktur penunjang terus dimaksimalkan, termasuk penerangan jalan dan keamanan lintasan. Evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya juga telah ditindaklanjuti, terutama terkait lampu jalan yang sempat dikeluhkan peserta.

“Tahun lalu banyak masukan soal lampu jalan yang masih gelap. Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik, walaupun masih ada penyesuaian,” ujarnya.

Ia menegaskan faktor keselamatan peserta menjadi prioritas utama karena banyak pelari datang untuk mengejar catatan waktu terbaik atau personal best.

Pemkot Makassar bersama panitia dan aparat keamanan juga telah melakukan koordinasi menyeluruh terkait pengamanan jalur, kesiapan tim medis, hingga standar teknis pelaksanaan lomba.

“Keselamatan bukan hanya untuk peserta, tapi juga masyarakat yang dilalui jalur lari,” kata Munafri.

Selain aspek teknis, perhatian juga diberikan terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah selama event berlangsung. Munafri meminta pelaksanaan Makassar Half Marathon dapat menjadi contoh event yang tertib dan ramah lingkungan.

“Gelas-gelas minuman tidak boleh dibuang sembarangan. Harus ada sistem pengelolaan yang baik dan ini sudah menjadi perhatian khusus panitia bersama Dewan Lingkungan,” ucapnya.

Munafri berharap Makassar Half Marathon terus berkembang dan menjadi ikon olahraga sekaligus pariwisata Kota Makassar.

“Tahun ini ada 12 ribu peserta, tahun depan saya mau 15 ribu peserta. Event ini harus terus tumbuh dan menjadi kebanggaan Kota Makassar,” tandas Munafri. (Hdr)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version