PEDOMANRAKYAT, GOWA - Deru mesin kendaraan perlahan digantikan oleh siulan angin pegunungan yang sejuk saat rombongan Ikatan Keluarga Besar (IKB) PPSP IKIP Ujung Pandang (UP) tiba di Desa Bilalang, Kecamatan Manuju, kawasan Bili-Bili, Kabupaten Gowa. Akhir pekan itu, Sabtu dan Minggu (13-14 Juni 2026), penatnya hiruk-pikuk kota Makassar seolah menguap begitu saja.
Di sinilah, di dalam kawasan Mappaselling Farm, berdiri megah sebuah hunian peristirahatan yang asri bernama Villa AS. Villa bergaya hangat ini merupakan milik Ketua Harian IKB PPSP IKIP UP, Farouk M. Beta. Selama dua hari penuh, villa yang menghadap langsung ke arah lanskap Bendungan Bili-Bili dan jajaran perbukitan hijau yang memanjakan mata ini, bertransformasi menjadi "dapur" gagasan bagi para pengurus organisasi.
Sebanyak 30 peserta rapat hadir memenuhi ruangan. Tak sekadar berkumpul, mereka datang membawa semangat konsolidasi demi masa depan organisasi.
Konsolidasi di Tengah Alam yang Sejuk
Suasana santai namun sarat esensi menyelimuti jalannya agenda. Jarak sekitar 27 kilometer dari Kota Makassar terbayar lunas dengan pemandangan alam yang memesona dan atmosfer kekeluargaan yang kental. Selain Sang Tuan Rumah sekaligus Ketua Harian, Farouk M. Beta, tampak hadir Sekretaris Jenderal IKB PPSP IKIP UP, Waris Ardhy, serta figur senior Wati Ambo Ala. Kehadiran para koordinator angkatan dan jajaran pengurus inti lainnya kian melengkapi kehangatan forum.
Agenda utama pertemuan dua hari ini adalah menggelar Rapat Pleno sekaligus mematangkan persiapan menuju Musyawarah Besar (Mubes) IKB PPSP IKIP UP yang kian dekat.
Mengenai waktu pelaksanaan Mubes, forum menyepakati untuk menunggu keputusan final.
"Belum ada tanggal pasti (untuk Mubes). Kita masih menunggu arahan langsung dari Prof. Haris Arthur Hedar selalu Ketua Umum IKB PPSP. Namun, kemungkinan besar akan dihelat pada bulan Juli mendatang," ungkap salah satu peserta rapat.
Agenda Strategis: Dari Haul Syekh Yusuf hingga Estafet Kepemimpinan
Meski dibalut suasana santai khas refreshing, diskusi yang bergulir tetap melahirkan poin-poin strategis. Salah satu topik menarik yang dikupas dalam rapat pleno ini adalah partisipasi organisasi dalam pelaksanaan Haul Syekh Yusuf.
IKB PPSP IKIP UP berkomitmen untuk menyelaraskan jalannya haul ini mengikuti usulan dari inisiator awal, yakni mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Leonard Eben Ezer Simanjuntak. Sinergi ini diharapkan dapat menjaga marwah dan kekhidmatan nilai sejarah yang diusung sejak awal.
Menuju Pleno Quorum di Makassar
Mengingat pentingnya keputusan-keputusan yang diambil, pengurus menyadari bahwa legalitas formal organisasi tetap menjadi prioritas utama. Karena jumlah pengurus yang hadir di Villa AS belum mencapai quorum, forum sepakat bahwa hasil pembahasan di Gowa ini akan dibawa ke tingkat yang lebih tinggi.
Sebagai tindak lanjut, IKB PPSP IKIP UP dijadwalkan akan menggelar Rapat Pleno Pengurus lanjutan yang lebih masif di Kota Makassar. Pertemuan tersebut akan menjadi ketukan palu resmi untuk seluruh draf yang telah dimatangkan di Bili-Bili. Untuk tanggal dan tempat pelaksanaannya, pihak pengurus akan mengumumkannya dalam waktu dekat.
Pertemuan di Villa AS mungkin telah usai seiring tenggelamnya matahari di balik perbukitan Manuju pada hari Minggu. Namun, dari balik kesejukan Mappaselling Farm, sebuah langkah besar untuk kejayaan IKB PPSP IKIP UP baru saja dimulai. (Ardhy M Basir)
